TRIBUNMANADO.CO.ID - Cap Tikus menjadi mata pencaharian utama warga di Desa Rumoong Atas, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Dari hasil menjual Cap Tikus, warga dapat hidup dengan layak.
Bahkan banyak anak - anak bisa sekolah tinggi dari hasil menjual Cap Tikus.
"Cerita mengenai ada Doktor dan Pendeta jadi karena orang tuanya jualan Cap Tikus adalah benar," kata anggota DPRD Minsel Alex Kumaat kepada Tribun manado di Desa Rumoong Atas, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Selasa (7/7/2026).
Dikatakannya banyak anak yang dapat menikmati sekolah di perguruan tinggi dari hasil Cap Tikus.
Ungkap dia, sudah tak terhitung lagi di desa itu yang jadi sarjana karena keluarganya berlatar belakang petani Cap Tikus.
Cap Tikus sering jadi kambing hitam persoalan kriminal.
Anggapan itu terpatahkan bila melihat kehidupan di Desa Rumoong Atas, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minsel, Sulut.
Ini desa penghasil Cap Tikus.
Masyarakat di sana terbiasa mengkonsumsi Cap Tikus dengan kadar paling minimal 60 persen.
Namun angka kriminalitas di sana minim.
"Di sini tak ada yang kejadian pembunuhan dan penikaman," kata Hein Poluan, salah satu pengepul petani Cap Tikus kepada Tribun manado di desa tersebut, Selasa (7/7/2026).
Hein menuturkan, warga desa tersebut biasa mengkonsumsi Cap Tikus.
Paling sering pada pagi hari.
"Tapi kami setelah itu kerja, karena ada kerjaan," katanya.
Ia menilai ungkapan bahwa Cap Tikus adalah penyebab kriminalitas adalah keliru.
Mengatakan demikian sama dengan melihat persoalan pakai kacamata kuda.
"Kalau menurut saya mabuk dan mengacau hanyalah karena orang itu memang ingin demikian, selalu Cap Tikus jadi kambing hitam," katanya.
Salah satu bukti sahih bahwa kampung itu kurang angka kriminalitas adalah minimnya laporan di Polsek Tareran.
Polsek tersebut membawahi wilayah penghasil Cap Tikus di Minsel.
Warga desa lainnya yang bernama Francis Kumaat mengatakan, selama ini para petani disiksa stigma Cap Tikus sebagai penyebab kriminalitas.
Ia menolak keras hal itu.
"Itu perlu diluruskan, contohnya kampung ini," kata dia. (Art)
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini