Kementerian Pekerjaan Umum (PU) buka suara soal viralnya surat perjalanan dinas Menteri PU Dody Hanggodo ke New York, Amerika Serikat (AS). Dalam surat yang bocor di media sosial, istri Dody, Irma Hermawati dan anaknya, Aurellia Tsabitha Meidirama diikutkan dalam kunjungan tersebut.
Merespons hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen PU) Kementerian PU Apri Artoto menjelaskan surat yang beredar merupakan surat yang ditandatanganinya untuk melengkapi administrasi pengurusan visa.
Dody dijadwalkan menghadiri High-Level Meeting on the Midterm Review of the New Urban Agenda pada 13-19 Juli 2026 di Negeri Paman Sam.
"Dapat saya jelaskan memang itu surat dari saya, selaku Sekjen Kementerian PU, dan itu surat adalah untuk kelengkapan administrasi dalam pengurusan visa. Jadi memang kegiatan yang akan dilakukan itu sifatnya masih tentatif ya," ujar Apri di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Apri mengatakan pencantuman anggota keluarga dilakukan atas arahan administrasi dari Kementerian Luar Negeri agar seluruh calon rombongan dimasukkan dalam satu data saat pengurusan visa.
Namun, Apri menegaskan biaya perjalanan anak dan istri Dody ditanggung spribadi.
"Tapi, yang perlu saya tegaskan di sini, untuk pembiayaan terhadap keluarga itu tidak menggunakan dana APBN. Kalau memang terjadi ada pemberangkatan dari anggota keluarga maka pembiayaan akan menggunakan dana pribadi. Ini saya tekankan lagi, tidak ada penggunaan dana APBN untuk pembiayaan keluarga atau kepentingan pribadi. Itu akan didanai secara pribadi," tegas Apri.
Ia juga menegaskan keberangkatan Menteri PU ke Amerika Serikat masih belum dipastikan. Menurutnya, keputusan berangkat bergantung pada prioritas pekerjaan di dalam negeri, khususnya terkait pemulihan pascabencana, penyelesaian Sekolah Rakyat, dan persiapan menghadapi El Nino.
"Apakah nanti kalau memang jadi berangkat bisa meninggalkan prioritas yang ada di dalam negeri. Namun yang pasti sampai detik ini prioritas Pak Menteri masih pemulihan pascabencana, persiapan penyelesaian Sekolah Rakyat dan juga persiapan menghadapi El Nino," terang Apri.
Terkait bocornya surat ke media sosial, Kementerian PU mengaku masih menelusuri sumber kebocoran, baik dari internal maupun eksternal. Ia berpandangan surat tersebut tidak seharusnya bocor ke publik.
"Ini yang kami juga sedang mencoba mencari sumbernya dari mana, apakah dari internal ataupun dari eksternal, ini kami masih mencari. Terus terang itu memang sebenarnya surat dinas yang tidak seharusnya untuk konsumsi publik," tutur Apri.





