TRIBUNJAKARTA.COM - Menghadirkan sisi humanis dari tragedi kemanusiaan di Palestina, pementasan keliling monolog bertajuk "Di Balik Langit Gaza: Persistensi dr. Yumna" digelar di sejumlah kota, termasuk Jakarta.
Tur pementasan empat kota ini telah resmi dimulai di Gedung Graha Sawunggaling, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada Minggu (5/7/2026).
Setelah Surabaya, Jakarta menjadi salah satu kota tujuan penting selanjutnya setelah Palu, Sulawesi Tengah dan diakhiri di Solo, Jawa Tengah.
Bagi warga ibu kota yang ingin menyaksikan, pementasan di Jakarta dijadwalkan akan berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026 di Gedung PPSB Jakarta Barat.
"Melalui teater, penonton diajak melihat sisi humanis dari tragedi Gaza. Tentang ibu yang kehilangan anaknya, tentang tenaga medis yang tetap bertahan di tengah kehancuran, dan tentang harapan yang terus hidup disaat dunia terasa runtuh," ujar Maryam dikutip Selasa (7/7/2026).
Ia mengatakan, kesedihan mendalam yang dialami para ibu di Gaza bahkan tidak mampu diwakili oleh bahasa formal.
"Setiap ibu yang kehilangan anaknya di Gaza tidak memiliki sebutan khusus atas dukanya, sebab rasa sakit seorang ibu yang kehilangan buah hati tak mampu digambarkan oleh kata-kata,” tuturnya.
Disutradarai oleh Adipatilawe, monolog ini menyoroti kisah pilu sekaligus ketangguhan seorang dokter perempuan di Gaza yang terus bertahan merawat pasien di tengah runtuhnya fasilitas kesehatan dan kehilangan anggota keluarganya sendiri.
Pementasan ini dirancang dengan pendekatan artistik minimalis agar penonton bisa lebih fokus menyelami luka psikologis yang dialami oleh karakter utama.
"Ini bukan sekadar pertunjukan tentang perang. Ini tentang manusia yang perlahan kehilangan rumah, keluarga, bahkan rasa aman, tetapi terus bertahan," kata Adipatilawe saat ditemui dalam sesi latihan di Jakarta.
Karakter dr. Yumna sendiri dimainkan secara tunggal oleh aktris Firly RJ.
Ia mengaku proses pendalaman karakter menjadi tantangan terbesar karena emosi tokoh yang sangat kompleks.
"dr. Yumna bukan tokoh yang menangisi keadaan. Justru dia persisten, bertahan. Ada rasa marah, takut, kosong, tapi juga ada harapan yang masih hidup," ungkap Firly.
Kolaborasi dengan Adara Relief International ini juga menjadi perpanjangan aksi nyata kemanusiaan.
Pementasan ini merupakan kelanjutan dari proyek pertunjukan teater Palestine Festival II yang sukses digelar pada Desember 2025 lalu.
Selain menyuguhkan pertunjukan seni, rangkaian acara tur ini juga akan ditutup dengan sesi lelang amal serta bincang kemanusiaan interaktif bersama Maryam Rachmayani.
Setelah dari Surabaya, tur terdekat akan diselenggarakan terlebih dahulu di Gedung Kesenian Kota Palu pada Ahad, 12 Juli 2026, sebelum akhirnya menyambangi Gedung PPSB Jakarta Barat pada 18 Juli 2026 dan ditutup di Solo pada November 2026 mendatang.