BI Pastikan Jaga Rupiah di Tengah Capaian Level Tertinggi Dolar AS
Vito July 07, 2026 11:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan Selasa (7/7), dengan ditutup di level Rp 17.980 per dolar AS. 

Dengan penutupan itu, mata uang Garuda menguat 0,08 persen dibandingkan dengan penutupan pada hari sebelumnya di level Rp 17.995 per dolar AS.

Meski demikian, Bank Indonesia (BI) menegaskan akan mengerahkan seluruh instrumen yang dimiliki untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, menyusul menguatnya dollar AS yang mencapai level tertinggi dalam 1 tahun terakhir. 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, bank sentral tidak akan tinggal diam menghadapi tekanan terhadap rupiah, dan akan terus berupaya menjaga mata uang Garuda tetap stabil dengan kecenderungan menguat. 

"Bank Indonesia seperti biasa akan all out (habis-habisan) untuk bagaimana menjaga rupiah," katanya, di Jakarta, Selasa (7/7). 

Menurut dia, tekanan terhadap rupiah dipicu menguatnya indeks dolar AS (DXY) setelah muncul sinyal hawkish dari sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed), meski bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5-3,75 persen dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Juni 2026. 

Randan menuturkan, pelaku pasar lebih mencermati pernyataan pejabat The Fed yang mengindikasikan peluang suku bunga tetap tinggi atau bahkan kembali naik, sehingga mendorong penguatan dollar AS terhadap berbagai mata uang dunia. 

Akibat sentimen tersebut, indeks dolar AS (DXY) naik dari sekitar 95 pada Januari 2026 menjadi 101 pada akhir Juni. Menurut BI, level itu merupakan yang tertinggi dalam 1 tahun terakhir. 

Kondisi itu menyebabkan mayoritas mata uang, terutama di negara berkembang, mengalami tekanan terhadap dollar AS. 

Meski demikian, BI menilai, pergerakan rupiah masih relatif lebih baik dibandingkan dengan sejumlah mata uang negara emerging market lain. 

Ramdan menyatakan, BI berharap rupiah dapat kembali menguat secara bertahap seiring sinergi kebijakan dengan berbagai pihak. 

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI terus melakukan intervensi di pasar keuangan selama 24 jam, baik di pasar domestik maupun luar negeri. 

Langkah itu dilakukan melalui transaksi pasar spot, non-deliverable forward (NDF), domestic non-deliverable forward (DNDF), serta komunikasi intensif dengan para pelaku pasar. (Kontan/Nurtiandriyani Simamora)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.