Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Kemenangan dramatis Argentina atas Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 langsung disambut euforia ribuan pendukung Albiceleste di Kota Ambon, Rabu (8/7/2026) dini hari.
Meski sempat dibuat cemas setelah Lionel Messi gagal mengeksekusi penalti dan Argentina tertinggal dua gol.
Keberhasilan sang juara bertahan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2 memicu pesta besar-besaran di jalanan ibu kota Provinsi Maluku.
Sekitar pukul 03.30 WIT, ribuan pendukung Argentina mulai memadati Jalan Jenderal Sudirman sebelum melakukan pawai menuju kawasan Jembatan Merah Putih (JMP).
Arak-arakan kendaraan roda dua dan roda empat memenuhi ruas jalan. Gemuruh knalpot berpadu dengan bunyi klakson yang bersahut-sahutan menciptakan suasana penuh semangat.
Sepanjang perjalanan, massa tanpa henti meneriakkan yel-yel "Vamos... Vamos... Argentina!" sambil mengibarkan bendera berwarna biru langit dan putih.
Mayoritas peserta mengenakan jersey Timnas Argentina.
Ada yang membawa bendera berukuran besar, ada pula yang mengibarkannya dari atas sepeda motor maupun mobil yang ikut dalam iring-iringan kemenangan.
Pawai berlangsung meriah dan menjadi pusat perhatian warga yang berada di sepanjang jalan Jenderal Sudirman hingga kawasan Jembatan Merah Putih.
Sorak-sorai pendukung semakin menggema setiap kali nama Lionel Messi diteriakkan, meski sang kapten sempat gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo penalti.
Argentina Bangkit Setelah Tertinggal Dua Gol
Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium berlangsung penuh drama.
Mesir lebih dulu mengejutkan Argentina pada menit ke-15 melalui sundulan Yasser Ibrahim yang memanfaatkan umpan Marwan Attia.
Lima menit kemudian Argentina memperoleh hadiah penalti setelah Nicolas Tagliafico dilanggar Haissem Hassan di kotak terlarang.
Namun peluang emas itu gagal dimanfaatkan Lionel Messi. Tendangan kapten Argentina berhasil ditepis dengan gemilang oleh penjaga gawang Mesir, Mostafa Shobeir.
Messi hampir menebus kegagalannya pada menit ke-31 melalui tendangan bebas, tetapi bola hanya membentur tiang gawang.
Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan Mesir 1-0.
Memasuki babak kedua, Mesir sempat mencetak gol pada menit ke-58 melalui Mostafa Ziko. Namun wasit menganulir gol tersebut setelah tinjauan VAR menunjukkan adanya pelanggaran dalam proses serangan.
Tak lama berselang, tepatnya menit ke-67, Mesir benar-benar menggandakan keunggulan menjadi 2-0 lewat penyelesaian Mostafa Ziko setelah menerima umpan Haissem Hassan.
Dalam kondisi tertinggal dua gol, Argentina menunjukkan mental juara.
Cristian Romero memperkecil kedudukan menjadi 1-2 pada menit ke-79 melalui sundulan memanfaatkan umpan Lionel Messi.
Empat menit kemudian, Messi akhirnya menebus kegagalan penaltinya dengan mencetak gol penyama kedudukan menjadi 2-2 melalui kemelut di depan gawang Mesir.
Gol tersebut sekaligus menjadi gol ke-21 Messi sepanjang kariernya di ajang Piala Dunia.
Drama mencapai puncaknya pada masa injury time.
Pada menit 90+3, Lautaro Martínez mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan keras Enzo Fernández.
Bola meluncur ke pojok atas gawang dan mengubah skor menjadi 3-2 untuk Argentina.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah.
Kemenangan dramatis tersebut memastikan Argentina melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026, sementara langkah bersejarah Mesir harus terhenti di babak 16 besar.