Pilih Bertahan di Saham Blue Chip, Investor Saham Kalsel Tak Buru-buru Menjual
Irfani Rahman July 08, 2026 07:49 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak selalu membuat investor buru-buru melepas portofolionya. Bagi sebagian investor pemula, kondisi pasar yang masih bergejolak justru disikapi dengan lebih berhati-hati sembari tetap mempertahankan investasi yang dianggap memiliki fundamental kuat.

Salah satunya dirasakan Abimanyu, seorang pelaku usaha kuliner (FnB) di Banjarmasin yang baru mulai mengenal investasi saham dalam beberapa bulan terakhir.

Berbeda dengan investor yang aktif melakukan transaksi harian, Abi mengaku sejak awal memilih berinvestasi pada saham-saham kategori blue chip karena dinilai lebih stabil dibanding saham lapis dua maupun tiga.

“Karena masih belajar juga, saya memang lebih memilih saham blue chip. Memang harganya tetap naik turun mengikuti kondisi pasar, tapi saya merasa lebih tenang karena perusahaan-perusahaannya sudah besar dan fundamentalnya lebih kuat,” ujarnya, Selasa (7/7).

Baca juga: Saham Gorengan Resahkan Investor, Pemain Pemula di Kalsel Pilih Hati-hati

Baca juga: Efisiensi Mulai Berdampak ke Pekerja, Pengangguran Banjarmasin di Atas Rata-rata Provinsi

Ia mengakui, pelemahan IHSG belakangan ini turut membuat nilai portofolionya ikut terkoreksi. Namun, kondisi tersebut belum membuatnya panik ataupun buru-buru menjual saham yang dimiliki.

“Sementara ini saya memilih ditahan saja. Belum ada rencana jual karena saya yakin pergerakan pasar memang ada naik dan turunnya,” katanya.

Sebagai investor yang masih tergolong baru, Abi mengaku lebih banyak mengamati pergerakan pasar dibanding melakukan transaksi secara agresif. Baginya, kondisi pasar yang sedang lesu menjadi kesempatan untuk belajar memahami karakter investasi saham.

Ia juga menghindari keputusan yang didorong rasa panik. Menurutnya, sebagai pemula justru penting untuk membangun kesabaran dan tidak mudah terpengaruh fluktuasi harga harian.

“Saya masih tahap belajar. Jadi sekarang lebih banyak membaca, melihat perkembangan pasar, dan memahami kenapa harga saham bisa naik atau turun. Saya rasa itu lebih penting daripada buru-buru mengambil keputusan,” ujarnya.

Abi menilai investasi saham bukanlah cara cepat untuk mendapatkan keuntungan. Karena itu, ia memilih membangun portofolio secara bertahap sesuai kemampuan keuangan usahanya, tanpa menggunakan dana yang dibutuhkan untuk operasional bisnis sehari-hari.

“Saya juga tetap memisahkan modal usaha dengan dana investasi. Jadi walaupun pasar lagi turun, usaha tetap jalan dan saya tidak terpaksa menjual saham karena butuh uang cepat,” katanya.

Adapun dari pantauan kemarin, IHSG berhasil berbalik menguat pada perdagangan sesi pertama, Selasa (7/7). Setelah sempat bergerak di zona merah, IHSG ditutup naik 0,46 persen ke level 5.943,53 pada pukul 12 siang.

Penguatan didorong oleh kenaikan delapan sektor, dengan sektor properti memimpin setelah melonjak 2,64 persen. Disusul sektor barang konsumsi siklikal yang naik 1,45 persen, serta sektor kesehatan yang menguat 1,02 persen.(sul/kontan.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.