Lionel Messi Sudah Jadi Bintang di Usia Sembilan Tahun! Para Pemain Senior Rela Tinggal Setelah Latihan untuk Menyaksikan 'Pesulap Kecil' Beraksi
Budi Santoso July 08, 2026 08:55 AM

Sebelum menjadi peraih delapan trofi Ballon d'Or dan juara dunia, Lionel Messi sudah dikenal sebagai legenda hidup di jalanan Rosario. Jauh sebelum ia bergabung dengan akademi La Masia milik Barcelona, 'pesulap kecil' ini telah mencuri perhatian di Newell's Old Boys. Bahkan, para pemain senior klub tersebut kerap menunda jadwal mereka hanya untuk menyaksikan bakat luar biasa bocah ajaib itu.

Matias Fondato, mantan pemain Newell's Old Boys yang kini beralih profesi menjadi pelukis, mengenang suasana luar biasa yang mengelilingi Messi muda. Meskipun berbeda usia cukup jauh, Fondato dan rekan-rekan di tim utama sudah mendengar kabar tentang anak ajaib yang mendominasi kelompok usia muda di pusat latihan mereka.

“Semua orang saat itu membicarakan anak kecil ajaib ini yang bisa menghancurkan tim-tim lain,” ujar Fondato kepada talkSPORT. “Saat itu saya baru mulai bergabung dengan tim utama. Dan seluruh pemain senior, sebelum pergi ke hotel, kami selalu menyempatkan diri menonton dia. Kami punya sedikit waktu setelah mandi sebelum bus berangkat ke hotel, dan kami semua memilih untuk menonton pertandingannya. Rasanya benar-benar tidak masuk akal melihat dia bermain. Sama seperti sekarang, tapi waktu itu dia baru sembilan tahun.”

Tim muda Messi dikenal dengan julukan “Mesin 87”, skuad yang tidak terkalahkan selama tiga tahun berturut-turut. Di usia yang masih sangat muda, ia sudah sering dibandingkan dengan Diego Maradona, terutama karena Messi sempat hadir di stadion saat Maradona melakukan debut bersama Newell's pada tahun 1993.

Pada usia sembilan tahun, Messi bahkan sudah tampil melakukan juggling di depan para penggemar di Stadion Marcelo Bielsa, sementara para pendukung meneriakkan namanya dengan antusias.

“Yang paling menonjol adalah ukuran tubuhnya,” kenang Fondato. “Dia memang sangat kecil, tapi terlihat seperti memiliki pikiran orang dewasa ketika bermain melawan anak-anak seumuran. Jadi, meskipun mungkin kami belum bisa memastikan ia akan menjadi seperti sekarang, tapi jelas terlihat bahwa dia benar-benar berbeda dari siapa pun pada usianya.”

Meski Messi tidak pernah bermain di pertandingan senior resmi bersama Newell's sebelum pindah ke Spanyol, pengaruhnya tetap abadi di Argentina. Puluhan tahun setelah masa kecilnya di Rosario, ia masih mendominasi panggung sepak bola dunia. Mantan rekan setimnya seperti Pedri bahkan menyebut performa dan konsistensinya sebagai hal yang “gila”.

Bagi Fondato, melihat Messi akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia 2022 menjadi penutup sempurna dari perjalanan yang dimulai di Rosario.

“Sebenarnya, dulu di Argentina ada sebagian orang yang mengeluh, mengatakan ‘Oh, dia tidak akan pernah memenangkan Piala Dunia’. Jadi ketika akhirnya ia memenangkannya, dan melihat apa yang masih ia lakukan sekarang, sungguh luar biasa bagaimana ia bisa mempertahankan levelnya selama bertahun-tahun,” jelas Fondato. “Bagi saya yang hidup di dunia sepak bola, hal itu tidak pernah diragukan.”

Kisah antara Fondato dan Messi akhirnya tersambung kembali melalui dunia seni. Fondato, yang tinggal di Newcastle selama delapan tahun dan menjadi “Geordie angkat”, telah melukis untuk sejumlah pemain Liga Primer Inggris. Namun, subjek paling istimewa baginya tetaplah bocah yang dulu ia saksikan beraksi di lapangan latihan Newell's.

“Sebenarnya, dia memiliki satu lukisan karya saya,” ungkap Fondato, menjelaskan bahwa ia memberikan lukisan tersebut kepada Messi menjelang Piala Dunia 2018. “Saya menyerahkan lukisan itu langsung kepadanya dan mengunjungi seluruh skuad Argentina sebelum Piala Dunia 2018.” Sebuah pertemuan yang tepat antara sang pelukis dan pria yang bahkan sejak usia sembilan tahun sudah melukis keajaiban di atas lapangan hijau.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.