TRIBUNNEWS.COM - Wayne Rooney melontarkan pujian tinggi kepada Jude Bellingham setelah gelandang muda itu menjadi aktor utama kemenangan dramatis Inggris atas Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 kemarin Selasa (7/7/2026).
Rooney bahkan menyamakan penampilan Bellingham dengan laga-laga legendaris yang pernah diperagakan Steven Gerrard dan Roy Keane ketika mengangkat timnya pada pertandingan besar.
Berkat kontribusi dua gol Bellingham, Inggris menang 3-2 atas Meksiko meski harus bermain dengan 10 orang dan memastikan langkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026.
Hasil tersebut sekaligus membuat The Three Lions menjaga peluang mengakhiri penantian panjang untuk kembali menjadi juara dunia.
Meski telah mencapai perempat final, performa Inggris sepanjang turnamen sejatinya belum sepenuhnya meyakinkan.
Football enthusiast Tribunnews, Raka Kisdiyatma, sebelumnya juga menilai skuad asuhan Thomas Tuchel masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah meski terus melangkah di fase gugur.
"Sementara Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel masih belum tampil meyakinkan. Mereka sempat kesulitan saat menghadapi Kongo di babak 32 besar," kata Raka Kisdiyatma dalam Podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah bertajuk: Plot Twist 16 Besar Piala Dunia 2026, Adakah Kejutan Lagi?.
Namun, di tengah performa tim yang belum stabil, Bellingham kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain pembeda saat Inggris berada dalam tekanan.
Inggris menghadapi perlawanan sengit dari Meksiko sepanjang pertandingan babak 16 besar yang digelar di Stadion Azteca.
Situasi The Three Lions semakin sulit setelah harus melanjutkan pertandingan dengan jumlah pemain lebih sedikit akibat kartu merah yang diterima salah satu pemainnya.
Dalam kondisi tersebut, Bellingham tampil sebagai sosok yang mengambil tanggung jawab besar untuk menjaga harapan Inggris.
Baca juga: Jude Bellingham Saingi Diego Maradona, Azteca Berpihak ke Inggris di Piala Dunia 2026
Gelandang Real Madrid itu mencetak dua gol hanya dalam rentang waktu 98 detik dan mengubah jalannya pertandingan ketika Inggris berada dalam tekanan.
Tak hanya tajam di depan gawang, Bellingham juga aktif bergerak dari lini tengah ke lini serang untuk membantu tim mematahkan tekanan Meksiko.
Penampilan itulah yang membuat Rooney teringat kepada dua legenda yang pernah menjadi pembeda pada pertandingan-pertandingan besar.
Dalam podcast BBC, Rooney mengaku sejak awal sudah yakin Bellingham akan menjadi pemain yang mampu mengangkat performa Inggris ketika tim benar-benar membutuhkannya.
"Saya mengatakan bahwa Bellingham akan memainkan pertandingan ketika dia membawa tim saat kami benar-benar membutuhkannya," ujar Rooney.
Rooney kemudian menjelaskan bahwa performa Bellingham mengingatkannya pada Steven Gerrard ketika membawa Liverpool bangkit pada final Liga Champions 2005 melawan AC Milan.
Menurut Rooney, karakter kepemimpinan yang ditunjukkan Bellingham juga memiliki kemiripan dengan Roy Keane saat memimpin Manchester United menghadapi Juventus pada semifinal Liga Champions.
"Lihat Steven Gerrard pada final Liga Champions 2005 melawan AC Milan, begitu juga Roy Keane saat melawan Juventus bersama Manchester United," kata Rooney.
"Mereka mengangkat timnya dalam pertandingan-pertandingan seperti itu dan Bellingham memperlihatkan hal yang sama saat menghadapi Meksiko," lanjutnya.
Pujian tersebut semakin menegaskan besarnya pengaruh Bellingham yang kini menjadi motor permainan Inggris meski usianya masih relatif muda.
Performa impresif pemain berusia 23 tahun itu juga memberi harapan baru bagi Inggris untuk mengakhiri puasa gelar Piala Dunia yang telah berlangsung sejak 1966.
Inggris kini dijadwalkan menghadapi Norwegia pada babak perempat final Piala Dunia 2026 dengan Bellingham kembali diharapkan menjadi sosok kunci dalam upaya membawa The Three Lions melangkah ke semifinal.
(Tribunnews.com/Niken)