Belgia mengalami pukulan telak dalam upaya mereka di Piala Dunia setelah gelandang Amadou Onana dipastikan absen karena cedera lutut serius. Bintang Aston Villa itu mengalami cedera saat kemenangan Belgia atas Amerika Serikat di babak 16 besar, membuat pelatih Rudi Garcia menghadapi dilema besar menjelang perempat final melawan Spanyol.
Bencana terjadi saat kemenangan atas Amerika Serikat
Gelandang berusia 24 tahun itu terpaksa meninggalkan lapangan pada menit ke-21 dalam kemenangan Belgia 4-1 atas tim nasional Amerika Serikat pada hari Senin. Meskipun Setan Merah akhirnya melaju mulus ke perempat final, pemandangan Onana yang menggunakan kruk dan mengenakan penyangga besar di lutut kanannya setelah peluit akhir membayangi perayaan kemenangan tersebut. Pemeriksaan medis kemudian mengonfirmasi kabar terburuk: pemain Aston Villa itu mengalami robekan ligamen anterior (ACL) yang akan membuatnya menepi selama beberapa bulan.
Tantangan perempat final tanpa pilar lini tengah
Dalam momen menyentuh yang menyoroti pentingnya Onana bagi tim, penyerang veteran Romelu Lukaku memberikan penghormatan kepada rekan setimnya selama pertandingan. Setelah mencetak gol keempat Belgia di masa tambahan babak kedua, Lukaku mengangkat kaus bernomor 24 milik Onana ke arah kamera, mendedikasikan kemenangan tersebut untuk sang gelandang. Namun, rasa haru itu tak akan banyak membantu Belgia yang kini harus menghadapi Spanyol yang sedang dalam performa terbaiknya pada hari Jumat tanpa pengatur tempo utama mereka di lini tengah.
Belgia kini harus menemukan cara untuk menghentikan kreativitas para pemain Spanyol tanpa sosok yang menjadi jangkar di lini tengah mereka. Saat bersiap menghadapi laga delapan besar di Amerika Serikat, Garcia harus menyesuaikan strategi timnya. Kehilangan kecepatan pemulihan dan dominasi udara Onana melawan juara Eropa bertahan bisa menjadi faktor penentu dalam perjalanan Belgia di Piala Dunia kali ini. Bagi klub maupun negara, jalan pemulihan bagi pemain berusia 24 tahun ini akan panjang, meninggalkan kekosongan besar baik di level domestik maupun internasional.
Pukulan bagi proyek Emery
Kabar ini juga menjadi bencana bagi Aston Villa dan manajer Unai Emery, yang sering memuji perkembangan Onana. Onana sendiri sebelumnya menyanjung kecerdasan taktik sang pelatih saat membahas pengaruh Emery terhadap permainannya, namun kini pelatih asal Spanyol itu harus menghadapi sebagian besar musim mendatang tanpa salah satu andalan utamanya.
Cedera ini mengganggu rencana jangka panjang Emery yang ingin membangun timnya di sekitar trio gelandang khusus yang terdiri dari Onana, Boubacar Kamara, dan Youri Tielemans. Dengan Onana yang kini harus menjalani rehabilitasi panjang, manajemen Villa kemungkinan besar akan kembali aktif di bursa transfer, meskipun sebelumnya mereka telah menyatakan tidak berencana menambah pemain di posisi gelandang bertahan untuk jendela transfer musim panas ini.
Krisis lini tengah semakin parah di Villa Park
Pukulan terbaru ini menambah daftar panjang kekhawatiran di lini tengah bagi skuad Villa. Klub tersebut masih harus menghadapi absennya Kamara, yang belum tampil sejak mengalami robekan ligamen posterior di lutut kirinya saat laga putaran ketiga Piala FA melawan Tottenham pada Januari lalu. Meski Kamara menargetkan comeback di awal pramusim, Villa kini kehilangan dua opsi utama mereka di lini tengah bertahan.
Waktu cedera ini juga sangat tidak menguntungkan bagi Onana, yang sedang menikmati musim individu yang luar biasa. Sejak bergabung dari Everton pada tahun 2024, pemain asal Belgia itu telah tampil dalam 72 pertandingan untuk Villa, berperan penting dalam keberhasilan klub menjuarai Liga Europa dan lolos ke Liga Champions. Kehadiran fisiknya dan disiplin taktisnya menjadi ciri khas dari tim yang mampu bersaing di papan atas Liga Premier Inggris melampaui ekspektasi.