BANGKAPOS.COM - Swiss menjadi tim terakhir lolos ke perempat final Piala Dunia 2026.
La Nati, julukan Timnas Swiss, memastikan tiket babak 8 besar setelah mengandaskan perlawanan sengit Kolombia melalui drama adu penalti dengan skor 4-3 di Stadion BC Place yang terletak di Vancouver, Kanada, Rabu (8/7/2026) pagi WIB.
Kedua tim bermain imbang tanpa gol sepanjang dua babak pertandingan dilanjutkan extra time yang juga masih 0-0.
Duel terbuka antara Swiss versus Kolombia langsung tersaji sejak menit awal babak pertama.
Kolombia mengancam lewat tendangan keras Gustavo Puerta pada menit ke-21. Namun, kiper Swiss Gregor Kobel tampil gemilang menepis bola.
Swiss membalas lewat peluang emas Fabian Rieder (menit 30) dan Dan Ndoye (menit 32). Semua peluang tersebut berhasil digagalkan kiper Kolombia, Camilo Vargas.
Tempo permainan berjalan alot. Laga diwarnai duel-duel fisik yang keras di lini tengah. Swiss nyaris memecah kebuntuan pada masa injury time (menit 91). Sialnya, tembakan Dan Ndoye melenceng tipis di sisi gawang.
Skor kacamata ertahan hingga peluit akhir babak kedua ditiupkan wasit.
Pertandingan dilanjutkan babak tambahan.
Memasuk extra time, Kolombia mendapatkan peluang emas terbesar jelang akhir laga ketika Jáminton Campaz berhadapan satu lawan satu dengan kiper, tetapi tendangannya melambung. Skor kacamata memaksa laga berlanjut ke adu penalti.
Dengan hasil ini, Swiss melaju ke babak 8 besar untuk menghadapi Argentina. Ini adalah pencapaian perempat final pertama mereka di Piala Dunia sejak tahun 1954.
Beberapa jam sebelumnya juara bertahan Argentina menyingkirkan Mesir dengan skor akhir 3-2.
Argentina berhasil menang dramatis dengan skor 3-2 atas Mesir setelah melakukan comeback luar biasa pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta.
Sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu, Timnas Argentina menunjukkan mental juara bertahan dengan membalikkan keadaan dalam kurun waktu 11 menit terakhir waktu normal.
Babak pertama Mesir langsung menggebrak pada menit ke-15 lewat sundulan Yasser Ibrahim yang memanfaatkan umpan matang Marawan Attia. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Mesir.
Argentina mendapatkan peluang emas menyamakan kedudukan pada menit ke-20 setelah Nicolás Tagliafico dilanggar di kotak penalti. Namun, eksekusi penalti Lionel Messi berhasil ditepis dengan gemilang oleh kiper Mesir, Mostafa Shobeir. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua menit ke-59, Mostafa Ziko sempat menggetarkan jala Argentina, namun dianulir oleh VAR karena adanya pelanggaran dalam proses serangan.
Mostafa Ziko akhirnya benar-benar menggandakan keunggulan Mesir menjadi 2-0 pada menit ke-67 melalui skema serangan balik cepat setelah menerima umpan tarik Haissem Hassan.
Tertinggal 2-0, Argentina bangkit. Pada menit 79, Cristian Romero memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 melalui sundulan kepala memanfaatkan operan bola dari Messi.
Lionel Messi membayar kegagalan penaltinya dengan mencetak gol voli penyama kedudukan menjadi 2-2 di dalam kemelut kotak penalti.
Dan akhirnya pada masa injury time menit 90+2, Enzo Fernández memastikan kemenangan dramatis Argentina 3-2 lewat sundulan setelah menerima umpan silang dari Lautaro Martínez. Gol ini sekaligus menjadi gol bersejarah ke-3.000 dalam sejarah Piala Dunia.
Sebelumnya, Maroko, Prancis, Norwegia, Inggris, Spanyol dan Belgia sudah lebih dahulu melangkah ke perempat final.
Babak 8 besar akan dimulai pada Jumat (10/7/2026) mempertemukan Maroko versus Prancis.
Sehari kemudian, Sabtu (11/7/2026) Spanyol menantang Belgia.
Sedangkan dua laga lainnya,
Norwegia vs Inggris dan Argentina vs Swiss akan berlangsung Minggu (12/72026).
Empat pemenang 8 besar akan bertemu di semi final pada Rabu (15/7/2026) dan Kamis (16/7/2026) untuk memperebutkan tiket final Piala Dunia 2026 yang akan dihelat pada
pada Senin (20/7/2026) dini hari pukul 02.00 WIB.
Berikut skemanya :
Dari delapan negara yang lolos 8 besar, juara bertahan Argentina digadang-gadang menjadi tim favorit juara Piala Dunia 2026.
Meski begitu, beberapa negara lainnya juga diprediksi menjadi pesaing kuat Argentina.
Selain itu ada juga tim kuda hitam yang belum pernah merengkuh tropi Piala Dunia akan menjadi batu sandungan.
Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Henry Sujono menjagokan Argentina menjadi juara Piala Dunia edisi 23 ini.
Henry mengatakan komposisi pemain Argentina saat ini mayoritas masih sama dengan saat La Albiceleste juara di Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar.
"Alasannya mereka punya pemain yang skillnya ya bagus sekarang, kalau misal dibanding Brazil sekarang Brazil sedang jatuh," ujar Henry Sujono saat podcast Bangka Pos Selebrasi Lokal yang dipandu host Muhammad Zulkodri.
Henry membeberkan beberapa pilar Argentina saat mengalahkan Francis di final 2022 di antaranya, penjaga gawang Emiliano Martinez, lalu lini belakang Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico, Cristian Romero dan Nicolas Otamendi masih akan menjadi tembok kokoh pada edisi kali ini.
Di lini tengah juga hampir sama yakni Leandro Parades, Rodrigo De Paul, Alexis Mac Alister dan gelandang andalan Chelsea Enzo Fernandez juga dipastikan akan mengatur jalannya pertandingan demi kemenangan.
Namun di lini depan terdapat sejumlah nama besar yang kini tak dibawa oleh pelatih Lionel Scaloni, dalam target mempertahankan status jawara Piala Dunia.
Pemain berpengalaman Angel Di Maria tak lagi dibawa seusai memutuskan pensiun dari Tim Nasional, lalu pencetak gol penalti di Final Piala Dunia 2022 Paulo Dybala juga tak ikut dalam skuad kali ini.
"Kalau Argentina ini banyak pemain bagus, tidak hanya bagus tapi kelebihan Argentina yakni kekompakan tim atau para pemainnya. Kekompakan pemain ini yang menjadi kekuatan Argentina, seperti yang kita lihat di Piala Dunia 2022 lalu," jelasnya.
Berbicara kekompakan, Henry Sujono mengatakan peran sang kapten Lionel Messi mampu mengemban tugas sebagai pemain dan pemimpin di lapangan.
"Nama besar Messi menjadi pembeda bagi Argentina, aura Messi itu ada untuk membangkitkan tim," bebernya.
Dengan pengalaman, status dan komposisi pemain, Henry optimis Argentina berpeluang untuk mengulang kesuksesan mereka di Qatar 2022 lalu.
"Optimis, namun bola itu bulat apapun bisa terjadi. Semua negara kekuatanya juga sama kuat, termasuk Spanyol yang juga berpeluang," ungkapnya.
Messi yang sekarang memperkuat klub Inter Miami CF di kompetisi Major League Soccer (MLS), AS,
sudah mencetak 7 gol.
Torehan gol ini menempatkan dirinya bersama Kylian Mbapee (Prancis) dan Erling Haaland (Norwegia) di posisi teratas perburuan top skor sementara Piala Dunia 2026.
Henry juga menyoroti Timnas Prancis pada Piala Dunia kali ini.
Prancis, kata Henry diperkuat sederet pemain top dunia. Satu di antaranya yang paling bersinar adalah Kylian Mbappe, penyerang yang bermain bersama klub raksasa Spanyol, Real Madrid.
"Kalau Mbappe memang luar biasa, kecepatannya, dribelnya, shootingnya, hingga insting mencetak golnya benar-benar di level yang sangat tinggi. Di dunia sepak bola, dia termasuk pemain istimewa, sama seperti Messi yang juga berada di kategori pemain luar biasa," ujar pria yang akrab disapa Gueng.
Tak hanya Kylian Mbappe, namun peraih trofi Piala Dunia 2018 ini juga memiliki sederet pemain berkualitas mulai dari para pemain inti hingga cadangan.
Di lini depan, Mbappe pun akan ditemani oleh Ousmane Dembele yang merupakan peraih Balon d'Or 2025.
Lalu bintang baru Bayern Munchen Michael Olise, serta penyerang muda 21 tahun andalan Paris Saint Germain Desire Doue juga akan menambah daya gedor tim Prancis.
"Skuad Prancis juga sangat merata dari lini depan hingga belakang, mereka tentu ingin membuktikan kualitasnya di ajang dunia ini. Selain itu, turnamen seperti ini juga bisa meningkatkan nilai pasar pemain, baik untuk negosiasi kontrak baru maupun peluang transfer ke klub lain," kata Henry Sujono.
Spanyol yang kembali lolos 8 besar juga tak bisa dipandang remeh.
Eks pemain Sriwijaya FC Riski Novriansyah mengatakan Spanyol mengandalkan kolektivitas pemain, selain skill individu.
Kolektivitas Spanyol yang berisi delapan pemain Fc Barcelona diantaranya Lamine Yamal, Pedri, Gavi, Dani Olmo, Ferran Torres, Pau Cubarsi, Eric Garcia dan Joan Garcia juga menjadi senjata utama Spanyol.
"Spanyol lebih ke kolektivitas mereka tidak mengandalkan istilahnya satu atau dua pemain key player, mereka lebih agresif setidaknya mereka lebih confident dengan keunggulan peringkat mereka," kata Riski Novriansyah dalam podcast Bangka Pos Selebrasi Lokal yang dipandu host Riki Pratama membahas preview pertandingan Spanyol versus Austria di babak 16 besar, Kamis (2/7/2026).
Norwegia Kuda Hitam
Norwegia yang mencatat sejarah pertama kali lolos 8 besar Piala Dunia menjadi salah satu tim kuda hitam.
Pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Babel Jaya, Bachtiar Hamid menyebut striker Norwegia Erling Haaland sebagai sosok penyerang menakutkan bagi tim lawan.
Hal itu diungkapkan Bachtiar Hamid dalam podcast Selebrasi Lokal Bangka Pos 2026, dipandu host Muhammad Zulkodri pada Kamis (25/6/2026).
Podcast saat itu membahas preview pertandingan Norwegia vs Prancis di babak fase grup.
Bachtiar mengatakan, penyerang tengah klub Manchester City yang memiliki naluri mencetak gol dan berpostur tinggi 195 centimeter kerap jadi momok bagi penjaga gawang lawan.
Bachtiar Hamid mengungkap statistik singkat yang menunjuk betapa gacornya Haaland di tengah lapangan.
Di usianya baru menginjak 25 tahun Haaland telah mencetak total 350 gol, serta juga menjadi pencetak gol terbanyak bagi Norwegia dengan 55 gol.
"Halland juga monster luar biasa, headingnya, powernya, sprint pendeknya, shooting keras segala macam dia punya. Cuma untuk level kompetisi Liga Inggris, dia rajanya sekarang. Tapi kita belum tahu, level untuk Piala Dunia karena Norwegia belum terbukti," ujar Bachtiar Hamid.
Jadwal 8 Besar
Jadwal Semifinal
Jadwal Final
(Bangkapos.com/Sportmole/FIFA.com/Rizky Irianda Pahlevi)