Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Dua Kali, Status Masih Level III Siaga
taryono July 08, 2026 08:37 AM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan – Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terletak di kawasan perairan Selat Sunda, kembali erupsi dua kali pada Rabu (8/7/2026), masing-masing pada dini hari dan pagi hari. 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Lampung Rabu 8 Juli 2026, Cerah Berawan dan Hujan Ringan

Meski aktivitas vulkanik meningkat dalam sepekan terakhir, status gunung api tersebut masih berada pada Level III (Siaga).

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suardi, membenarkan terjadinya dua kali erupsi tersebut.

"Status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III atau Siaga," kata Andi, Rabu (8/7/2026).

Berdasarkan laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Muhammad Dika Nurzaman, letusan pertama terjadi pada pukul 00.11 WIB. 

Visual letusan tidak dapat diamati karena kondisi pengamatan tidak memungkinkan.

Meski demikian, aktivitas tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 24 milimeter dan durasi 40 detik.

Selanjutnya, Gunung Anak Krakatau kembali meletus pada pukul 05.50 WIB. 

Pada letusan kedua, kolom abu teramati mencapai sekitar 250 meter di atas puncak atau sekitar 407 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu berwarna kelabu, cokelat hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke utara dan barat laut.

Aktivitas tersebut juga terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 26,1 milimeter dan durasi 44 detik.

Dengan dua kali letusan pada Rabu pagi, Gunung Anak Krakatau tercatat telah mengalami enam kali erupsi sepanjang periode 2–8 Juli 2026. 

Sebelumnya, aktivitas vulkanik tercatat pada 2 Juli, 3 Juli, 4 Juli, dan 7 Juli 2026.

Meski frekuensi erupsi meningkat dalam sepekan terakhir, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau belum mengubah status gunung api tersebut yang masih berada pada Level III (Siaga).

Masyarakat, nelayan, dan wisatawan diimbau tetap mematuhi rekomendasi PVMBG dengan tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif guna mengantisipasi potensi bahaya erupsi.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.