100 Titik Pengerukan Sungai Ditargetkan Dinas PUPR Banjarmasin, 49 Lokasi Sudah Dikerjakan
Irfani Rahman July 08, 2026 09:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Proyek normalisasi sungai di Kota Banjarmasin masih berlanjut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin menargetkan 100 sungai bakal dikeruk. 

Total pengerjaan hingga Juni 2026, aliran sungai yang dinilai dangkal dan dikeruk telah mencapai 49 titik.

Pada Januari ada 14 sungai yang dikeruk, lalu tujuh sungai pada Februari, Maret enam sungai. Kemudian, April tujuh sungai, Mei enam sungai. Dan, sembilan sungai pada Juni.

Kepala Bidang Sungai, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Khairina Rahmi memperkirakan jumlah sungai akan tembus 100 titik pengerukan hingga akhir 2026. 

Dengan catatan, pengerjaan tidak hanya melalui penggunaan alat berat, melainkan juga pengerjaan manual.

Baca juga: Duit Warga Kalsel Rp112 Miliar Raib Digondol Penipu Online 

Baca juga: Relawan Damkar Balangan Meninggal pada Tugas Kemanusiaan, Syarif Sempat Berikan Senyum Terakhir

Dipaparkannya, wilayah penanganan normalisasi sungai mayoritas sudah dikerjakan di Kecamatan Banjarmasin Selatan dan Timur.

Saat ini fokus pengerjaan akan dilanjutkan ke Banjarmasin Barat,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Sampai pertengahan 2026, Emmy sapaan karibnya mengatakan progres pekerjaan sudah berjalan hampir 50 persen.

Ia menambahkan, proses normalisasi berupa pengerukan masih dilakukan secara berkala hingga ditargetkan tuntas. Pengerjaan ini masih dimaksimalkan secara swakelola internal. 

"Target pengerukan untuk memperoleh kedalaman yakni mencapai 2 hingga 2,5 meter," ungkapnya.

Kendati demikian, penambahan alat berat berupa amfibi juga sedang diupayakan. Rencananya, kontrak sewa alat akan diterapkan untuk beberapa bulan kedepan guna mempercepat pengerukan sungai dan optimalisasi di lapangan.

Selain masih dinilai terbatas, kendala di sungai juga kerap dihadapkan terhambatnya alat berat untuk menembus lokasi pengerjaan. Termasuk terhalang bangunan milik warga.

Emmy menegaskan, normalisasi sungai masih menjadi program prioritas. Pengerukan dilakukan guna menambah daya tampung, mengatasi luapan air dan mengendalikan genangan banjir saat mulai memasuki musim hujan.

Hal tersebut masih mengacu pada masterplan sebelumnya, pengendali genangan berbasis kawasan. 

Tim melakukan pemetaan, melihat wilayah yang potensi genangan paling tinggi. Sama halnya durasi surut paling lama untuk didahulukan.

 (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.