- Proyektil Amerika Serikat (AS) menghantam wilayah Iran tepat di tengah berlangsungnya prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa serangan tersebut merupakan respons langsung atas aksi ofensif Iran sebelumnya di Selat Hormuz.
Mengutip Tribunnews pada (8/7), konfirmasi ini diunggah CENTCOM lewat akun media sosial X terbaru.
Lebih tepatnya, CENTCOM menyatakan bahwa Pasukan Komando Pusat AS telah mulai melancarkan serangkaian serangan yang disebutnya "dahsyat".
Khususnya terhadap Iran, guna memberikan kerugian besar atas penargetan dan penyerangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz beberapa sebelumnya.
"Pasukan Komando Pusat AS telah mulai melancarkan serangkaian serangan dahsyat terhadap Iran untuk memberikan kerugian besar atas penargetan dan penyerangan terhadap kapal-kapal komersial," tulis CENTCOM di X.
Pihak CENTCOM juga menegaskan bahwa agresi yang ditunjukkan oleh Iran sama sekali tidak beralasan.
Bahkan dikliam berbahaya, serta menjadi bentuk pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata.
"Agresi Iran yang ditunjukkan tidak beralasan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata."
Adapun, wilayah selatan Iran, termasuk Bandar Abbas dan Pulau Qeshm di sekitar Selat Hormuz, dilaporkan diguncang rangkaian ledakan.
Laporan media lokal tersebut juga merinci bahwa enam proyektil jatuh di area Dermaga Taheroui.
Sementara ledakan lainnya juga terjadi di kota pelabuhan Sirik.