Profil Francois Letexier: Wasit Kontroversial Argentina Vs Mesir, Timnas Indonesia Pernah Dirugikan
adisaputro July 08, 2026 09:44 AM

TRIBUNWOW.COM - Berikut ini profil dari Francois Letexier, wasit kontroversial Argentina kontra Mesir, Timnas Indonesia ternyata pernah dirugikan.

Dilansir TribunWow.com, laga Timnas Argentina kontra Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta pada Selasa (7/7/2026) pukul 23.00 WIB banjir sorotan.

Sorotan tak terlepas dari kepemimpinan kontroversial wasit asal Prancis yang pimpin laga Argentina kontra Mesir, Franocis Letexier.

Lantas, apa saja kontroversi yang dilakukan dalam laga itu?

Berikut TribunWow.com sajikan ulasan selengkapnya:

Baca juga: Kontroversi Laga Argentina Vs Mesir di Piala Dunia 2026, Gol Dianulir VAR hingga Hujan Kartu Kuning

Anulir Gol Mesir

Kontroversi pertama terjadi ketika Mesir masih unggul 1-0 atas Argentina.

Mostafa Ziko sebenarnya sempat menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan umpan Mohamed Salah dan menggulirkan bola dari jarak dekat.

Ziko bahkan melakukan selebrasi penuh emosional dengan melepas jersey karena mengira gol tersebut sah.

Namun, beberapa menit kemudian Video Assistant Referee (VAR) membatalkan gol tersebut.

VAR menilai terdapat pelanggaran dalam proses terciptanya gol sehingga wasit memutuskan gol Ziko tidak sah.

Keputusan itu langsung memicu perdebatan.

Sejumlah komentator pertandingan saat itu menilai keputusan tersebut berada di luar kewenangan VAR.

Meski demikian, berdasarkan Laws of the Game yang diterbitkan oleh International Football Association Board (IFAB), VAR memang diperbolehkan meninjau pelanggaran yang terjadi dalam proses terciptanya gol.

Hal tersebut termasuk dugaan handball, pelanggaran, maupun offside.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Ziko akhirnya tetap berhasil mencatatkan namanya di papan skor ketika membawa Mesir unggul 2-0.

Baca juga: Hasil Akhir Swiss Vs Kolombia: Adu Penalti Dramatis, Granit Xhaka dkk Tantang Argentina di 8 Besar

Banjir Kartu Kuning di Akhir Laga

Tak berhenti di situ, keadaan semakin memanas setelah Argentina berhasil membalikkan situasi.

Wasit mengeluarkan beberapa kartu kuning beruntun kepada kubu Mesir.

Kiper Mostafa Shobeir menjadi pemain pertama yang menerima kartu kuning.

Tak lama kemudian, Hamdi Fathy dan Marwan Attia juga diganjar kartu akibat melakukan pelanggaran.

Ketegangan memuncak ketika pemain-pemain Mesir menuntut hadiah penalti sebelum Argentina melancarkan serangan balik.

Protes tersebut tidak digubris wasit.

Sebaliknya, pelatih Mesir Hossam Hassan justru mendapat kartu kuning karena dianggap melakukan protes berlebihan dari tepi lapangan.

Kapten Mesir Mohamed Salah bahkan sempat berusaha menenangkan situasi di tengah memanasnya pertandingan.

Detail Lengkap Rentetan Kartu Kuning yang Diterima Mesir

  • Menit 90+4:  Mostafa Shobier (Kiper) - Kartu kuning pertama Mesir karena protes keras.
  • Menit 90+4: Hamdy Fathy - Kartu kuning karena ikut melakukan protes di waktu yang sama.
  • Menit 90+4: Staf Ofisial Mesir - Kartu merah langsung karena masuk ke dalam lapangan.
  • Menit 90+7:  Marwan Attia - Kartu kuning akibat melakukan pelanggaran fisik.
  • Menit 90+8:  Hossam Hassan (Pelatih) - Kartu kuning karena protes keras di pinggir lapangan.
  • Menit 90+12: Haissem Hassan - Kartu kuning terakhir sebelum pertandingan selesai.

Berikut ini profil dari Francois Letexier:

Profil François Letexier

Francois Letexier merupakan satu di antara wasit sepak bola yang dimiliki oleh federasi sepak bola Prancis saat ini.

Lahir di Bedee, Prancis, 23 April 1989 lalu, Letexier akrab dengan atribut wasit yang tegas, tenang dan konsisten.

Dirinya sudah masuk sebagai wasit FIFA sejak tahun 2017 silam.

Termasuk ke dalam kategori UEFA Elite atau kasta tertinggi bagi pengadil lapangan di benua Eropa.

Biodata Singkat François Letexier

  • Nama lengkap: François Letexier
  • Tanggal lahir: 23 April 1989
  • Tempat lahir: Bédée, Prancis
  • Kewarganegaraan: Prancis
  • Profesi: Wasit sepak bola internasional
  • Lisensi FIFA: Sejak 2017
  • Kategori UEFA: Elite Refere.

Francois Letexier Pernah Tumbalkan Mimpi Timnas Indonesia

Timnas U-23 Indonesia dipaksa menelan pil pahit kalah dengan skor tipis 0-1 kala bersua Guinea di babak play off Olimpiade Paris 2024 di Stadion Pierre Pibarot, Prancis, Kamis (9/5/2024).

Gol tunggal Guinea dicatatkan oleh eksekusi penalti Ilaix Moriba di menit ke-29.

Berbeda dengan laga kontra Irak, pertandingan kontra Guinea turut mengundang sorotan tajam karena keputusan kontroversial wasit asal Prancis Letexier Francois hingga beberapa aksi nyeleneh yang terjadi.

Baca juga: Detik-detik Penalti Goib Wasit Letexier Francois untuk Guinea yang Kubur Mimpi Timnas U-23 Indonesia

Berikut ulasan selengkapnya:

1. Dua Penalti Gaib

Meski menang, Guinea tuai banyak sorotan karena dinilai banyak diuntungkan oleh wasit asal Prancis, Letexier Francois.

Satu di antara keputusan mencolok nan kontroversialnya yakni memberikan penalti kepada Guinea.

Memang, pada momen counter attack cepat itu, kapten Timnas U-23 Indonesia, Witan Sulaeman sedikit melakukan kontak kaki kepada penyerang Guinea.

Apes bagi Timnas U-23 Indonesia, kontak kaki yang terjadi sebenarnya berada di luar kotak penalti.

Hal itu dapat diketahui dari tayangan ulang di mana kaki Witan Sulaeman pertama kali mengenai pemain Guinea.

Kaki Witan Sulaeman mengenai kaki penyerang Guinea tepat di muka garis kotak 16 bukan di dalam.

Namun, kelicikan pemain Guinea yang tersungkur di dalam kotak penalti yang membuat wasit Letexier Francois tanpa ragu menunjuk titik putih.

Video Asistance Referee (VAR) yang disangka bakal diterapkan justru tak digunakan oleh FIFA.

Lebih apesnya, wasit Letexier Francois sama sekali tak berdiskusi dengan hakim garis dalam penentuan keputusan penalti yang diberikan.

Dan pada akhirnya, gol terjadi, Ernando Ari gagal membaca penalti mantan pilar FC Barcelona, Ilaix Moriba.

Tak hanya sekali, penalti goib wasit Letexier Francois juga diberikan kepada Guinea untuk kedua kalinya.

Penalti goib kedua Guinea bermula dari tusukan penyerang Guinea bernomor punggung 12 yang melakukan akselerasi ke dalam kotak penalti.

Saat itu, lini belakang Timnas U-23 Indonesia hanya menyisakan Alfeandra Dewangga.

Pemain Guinea tinggal berhadapan dengan Ernando Ari jika Alfeandra Dewangga gagal dalam melakukan pengawalan.

Melihat ada celah, pemain PSIS Semarang itu langsung melakukan sleding tackle kepada penyerang Guinea tersebut.

Dalam tayangan ulang, kaki kiri Dewangga terlihat mengenai bola yang kemudian berimbas pada terjatuhnya penyerang Guinea tersebut.

Namun, wasit tak menghiraukan dan tetap tak menggubrisnya.

Penalti tetap diberikan untuk Guinea, beruntungnya, kiper Timnas U-23 Indonesia, Ernando Ari sukses menepis bola tersebut.

Detik-detik terjadinya pelanggaran Witan Sulaeman di luar kotak penalti namun wasit justru memberikan Guinea hadiah penalti.
Detik-detik terjadinya pelanggaran Witan Sulaeman di luar kotak penalti namun wasit justru memberikan Guinea hadiah penalti. (Instagram @bolalokal.id)

Baca juga: Semen Padang Full Berlian Liga 1: Gaet Bek Label Timnas Indonesia & Roh Persik, Spartack Pasti Suka

2. Shin Tae-yong di Kartu Kuining Dua Kali

Sorotan kedua terjadi ketika wasit Letexier Francois memberikan kartu kuning dua kali untuk pelatih Timnas U-23 Indonesia, Shin Tae-yong.

Kejadian itu bermula saat wasit Letexier Francois memberikan penalti kedua untuk Guinea.

Pelanggaran Alfeandra Dewangga yang dianggap menjatuhkan penyerang Guinea langsung menuai protes keras dari Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong langsung meluapkan emosinya kepada Letexier Francois yang dianggapnya memberikan keputusan berat sebelah.

Mendengar luapan emosi Shin Tae-yong, Letexier Francois langsung memberikan kartu kuning untuk pelatih asal Korsel tersebut.

Tak hanya sekali, wasit Letexier Francois langsung berikan kartu kuning kedua yang berarti kartu merah kepada STY.

STY pun diusir wasit keluar bench pada pertengahan babak kedua.

3. Ivar Jenner Disikut Malah Kena Kartu Kuning

Jelang babak kedua berakhir, gelandang Timnas U-23 Indonesia, Ivar Jenner juga dirugikan oleh wasit Letexier Francois.

Kejadian bermula ketika Ivar Jenner berduel dengan pemain Guinea di sisi kanan pertahanan Timnas U-23 Indonesia.

Sikutan nampak dilakukan oleh pemain Guinea yang membuat Ivar Jenner terjatuh dan tersulut emosinya seketika.

Ivar Jenner yang tak kuasa menahan emosinya karena dilanggar keras pemain Guinea langsung melakukan doroangan.

Dengan penuh drama, pemain Guinea itu pun langsung memanfaatkannya dengan melakukan aksi teatrikal yang membuat wasit Letexier Francois memberikan kartu kuning untuk Ivar Jenner.

4. Peci Witan Sulaeman

Keempat, bukan merupakan dosa dari wasit Letexier Francois, melainkan aksi jenaka dari kapten Timnas U-23 Indonesia, Witan Sulaeman.

Dalam laga itu, Witan Sulaeman sempat alami benturan keras di kepala pada babak pertama.

Benturan itu membuat Witan Sulaeman pada akhirnya mendapatkan perban di kepala.

Perawatan untuk Witan Sulaeman pun terbilang memakan waktu banyak di babak pertama.

Hal itu untuk memastikan pemain Persija Jakarta itu tak mendapatkan luka serius di kepalanya seusai benturan dengan pemain Guinea.

Uniknya, perban di kepala Witan Sulaeman justru jadi sorotan pecinta bola di Indonesia.

Di babak pertama, perban itu hanya sekadar menutupi lingkar kepala Witan Sulaeman.

Pada babak kedua, perban itu dibenahi oleh tim medis Timnas U-23 Indonesia menjadi menutupi kepala Witan Sulaeman dengan perban yang disangkutkan di dagunya.

Namun, kerasnya duel yang dilakukan Witan Sulaeman memaksa perban itu terlepas.

Hingga akhirnya, kamera yang menangkap kejadian unik itu melihat perban di kepala Witan Sulamena sudah berada di atas rambut bukan menutupi kepalanya lagi.

Aksi itu yang membuat gelak tawa suporter Timnas U-23 Indonesia yang melihatnya.

5. Gestur Minta VAR Pratama Arhan

Kelima, sorotan terjadi ketika Pratama Arhan lupa jika laga Timnas U-23 Indonesia kontra Guinea tanpa adanya penggunaan VAR.

Kejadian itu terjadi saat wasit Letexier Francois memberikan penalti kedua kalinya untuk Guinea.

Pratama Arhan yang berada di dekat kejadian terheran-heran akan keputusan wasit Letexier Francois.

Sontak, ia pun menunjukkan gestur kebingungan hingga sempat tertangkap kamera meminta wasit untuk menengok VAR.

Tangan Pratama Arhan membentuk kotak seperti halnya wasit ketika akan memberikan checking VAR dalam sebuah laga.

Sayangnya, aksi itu tak digubris oleh wasit Letexier Francois.

(TribunWow.com/Adi Manggala S)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.