TRIBUNWOW.COM - Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir diwarnai kontroversi panjang.
Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Atlanta pada Selasa (7/7/2026) pukul 23.00 WIB.
Mesir yang sempat tampil mengejutkan dengan memberi perlawanan sengit harus menelan kekalahan engan skor 2-3 dari Argentina.
Meski begitu, menurut media Al Jazeera pada Selasa (7/7/2026), hasil pertandingan tersebut dibayangi sejumlah keputusan wasit yang memicu perdebatan.
Mulai dari gol Mesir yang dianulir VAR, rentetan kartu kuning di penghujung laga, hingga protes keras setelah peluit panjang dibunyikan.
Baca juga: Borong Brace untuk Belgia, Charles De Ketelaere Dikaitkan dengan Bayern Munchen dalam Bursa Transfer
Kontroversi pertama terjadi ketika Mesir masih unggul 1-0 atas Argentina.
Mostafa Ziko sebenarnya sempat menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan umpan Mohamed Salah dan menggulirkan bola dari jarak dekat.
Ziko bahkan melakukan selebrasi penuh emosional dengan melepas jersey karena mengira gol tersebut sah.
Namun, beberapa menit kemudian Video Assistant Referee (VAR) membatalkan gol tersebut.
VAR menilai terdapat pelanggaran dalam proses terciptanya gol sehingga wasit memutuskan gol Ziko tidak sah.
Keputusan itu langsung memicu perdebatan.
Sejumlah komentator pertandingan saat itu menilai keputusan tersebut berada di luar kewenangan VAR.
Meski demikian, berdasarkan Laws of the Game yang diterbitkan oleh International Football Association Board (IFAB), VAR memang diperbolehkan meninjau pelanggaran yang terjadi dalam proses terciptanya gol.
Hal tersebut termasuk dugaan handball, pelanggaran, maupun offside.
Terlepas dari kontroversi tersebut, Ziko akhirnya tetap berhasil mencatatkan namanya di papan skor ketika membawa Mesir unggul 2-0.
Baca juga: Hasil Akhir Swiss Vs Kolombia: Adu Penalti Dramatis, Granit Xhaka dkk Tantang Argentina di 8 Besar
Tak berhenti di situ, keadaan semakin memanas setelah Argentina berhasil membalikkan situasi.
Wasit mengeluarkan beberapa kartu kuning beruntun kepada kubu Mesir.
Kiper Mostafa Shobeir menjadi pemain pertama yang menerima kartu kuning.
Tak lama kemudian, Hamdi Fathy dan Marwan Attia juga diganjar kartu akibat melakukan pelanggaran.
Ketegangan memuncak ketika pemain-pemain Mesir menuntut hadiah penalti sebelum Argentina melancarkan serangan balik.
Protes tersebut tidak digubris wasit.
Sebaliknya, pelatih Mesir Hossam Hassan justru mendapat kartu kuning karena dianggap melakukan protes berlebihan dari tepi lapangan.
Kapten Mesir Mohamed Salah bahkan sempat berusaha menenangkan situasi di tengah memanasnya pertandingan.
Baca juga: BREAKING NEWS Argentina Akhirnya Pecah Kebuntuan Berkat Sundulan Romero, Mesir Panas Dingin
Detail Lengkap Rentetan Kartu Kuning yang Diterima Mesir
Baca juga: BREAKING NEWS Mostafa Ziko Jebol Gawang Emiliano Martinez, Timnas Argentina Kian Sulit Kejar Mesir
Setelah peluit panjang dibunyikan pada menit ke 90+12, para pemain Mesir tampak terpukul.
Para pendukung Mohamed Salah bahkan terkejut ketika wasit meniup peluit akhir pertandingan.
Menurut media Al Jazeera pada Selasa (7/7/2026), pertandingan tersebut kemungkinan besar menjadi laga terakhir Salah untuk Timnas Mesir.
Perjalanan bersejarah Mesir di Piala Dunia 2026 harus berakhir meski sempat membuat juara bertahan berada di ambang eliminasi.
Mostafa Ziko bahkan mengungkapkan kekecewaan mendalam atas kepemimpinan wasit yang dinilainya tidak adil.
Menurutnya, wasit telah menyia-nyiakan seluruh usaha keras masyarakat Mesir.
Ziko bahkan menyindir bahwa trofi tersebut sengaja diberikan kepada Argentina, seraya menambahkan bahwa semua pihak seakan sudah tahu sejak awal siapa yang akan memenangkan laga tersebut.
Di sisi lain, Lionel Messi kembali menjadi sorotan.
Golnya ke gawang Mesir menjadi gol ke-21 sepanjang kariernya di ajang Piala Dunia sekaligus menjaga peluang Argentina mempertahankan gelar juara dunia.
Kemenangan tersebut memastikan Argentina melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026.
Sementara Mesir harus pulang dengan menyisakan rasa kecewa atas sejumlah keputusan kontroversial yang mewarnai pertandingan.
(TribunWow.com/Peserta Magang Universitas Sebelas Maret/Meyra)