Tak Lagi Lewat Nonton Bareng, Begini Cara Warga Palembang Meramaikan Piala Dunia 2026
Faiz Fadhilah July 08, 2026 08:42 AM

- Piala Dunia FIFA 2026 tengah berlangsung. Turnamen sepak bola terbesar di dunia yang hanya digelar empat tahun sekali itu mempertemukan negara-negara terbaik dari berbagai benua.

Di banyak negara, pesta sepak bola ini menghadirkan euforia luar biasa. Jalanan dipenuhi atribut tim nasional, layar-layar raksasa menayangkan pertandingan, dan ribuan orang berkumpul mengikuti nonton bareng.

Namun, suasana berbeda justru terlihat di Palembang. Di tengah bergulirnya pertandingan-pertandingan besar yang melibatkan Brasil, Argentina, Prancis hingga Portugal, denyut euforia Piala Dunia nyaris tak terlihat di ruang-ruang publik Kota Pempek.

Selama beberapa hari, tim kami mencoba mencari titik-titik keramaian yang biasanya menjadi lokasi berkumpulnya penggemar sepak bola. Namun, hasilnya di luar dugaan.

Tidak terlihat layar besar di ruang publik. Tidak ada kerumunan massa yang bersorak menyaksikan gol. Bahkan, sejumlah kafe yang biasanya ramai saat pertandingan besar berlangsung memilih beroperasi seperti biasa.

Piala Dunia tetap berjalan. Namun, atmosfernya tidak lagi semeriah yang pernah dirasakan pada edisi-edisi sebelumnya.

Sebagian warga mengaku tetap mengikuti perkembangan Piala Dunia. Namun, cara mereka menikmatinya kini berbeda.

Bukan berarti Palembang benar-benar tanpa kegiatan nonton bareng. Di beberapa lokasi, aktivitas tersebut tetap berlangsung.

Salah satunya di lingkungan kepolisian yang menggelar nonton bersama dalam skala terbatas. Di sejumlah hotel dan bar, pertandingan Piala Dunia juga ditayangkan untuk para tamu.

Namun, jumlah penontonnya relatif sedikit dan tidak membentuk keramaian besar sebagaimana yang lazim terlihat pada turnamen-turnamen sebelumnya. Euforia itu ada, tetapi hadir dalam ruang yang lebih kecil dan lebih terbatas.

Jika dahulu pertandingan harus disaksikan secara bersama-sama melalui televisi atau layar besar, kini hampir semua orang dapat menontonnya dari genggaman tangan.

Telepon pintar menghadirkan akses yang lebih mudah, lebih pribadi, dan lebih fleksibel.

Akibatnya, antusiasme tidak lagi selalu terlihat dalam bentuk keramaian fisik.

Sorak sorai yang dulu terdengar di warung kopi dan ruang publik kini berpindah ke grup percakapan, media sosial, dan layar-layar ponsel.

Bagi sebagian penggemar sepak bola, absennya Indonesia dari putaran final Piala Dunia juga menjadi alasan mengapa gairah turnamen kali ini terasa berbeda.

Masyarakat tetap memiliki tim favorit. Ada yang mendukung Brasil, Argentina, Portugal, atau Prancis.

Namun, ikatan emosional yang lahir ketika tim nasional sendiri berlaga tentu memiliki daya tarik yang jauh lebih besar.

Banyak warga meyakini, jika suatu hari Indonesia berhasil tampil di Piala Dunia, suasana di Palembang akan berubah drastis.

Nonton bareng kemungkinan akan memenuhi ruang-ruang publik, dan pesta sepak bola akan benar-benar terasa hingga ke tingkat lingkungan.

Piala Dunia 2026 tetap menyita perhatian jutaan pasang mata di seluruh dunia.

Di Palembang, antusiasme itu ternyata belum hilang.

Ia hanya berubah bentuk.

Dari keramaian lapangan dan layar raksasa menjadi tontonan yang lebih personal di rumah, di tempat kerja, atau melalui layar ponsel.

Mungkin inilah wajah baru penikmat sepak bola hari ini. Euforianya masih ada, hanya saja tak lagi mudah terlihat.(*)

Program: Selebrasi Lokal
Editor: Faiz Fadhilah

#SelebrasiLokal #PialaDunia2026 #FIFAWorldCup2026 #Palembang #SumateraSelatan #Nobar #SepakBola #WorldCup #EuforiaPialaDunia

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.