TRIBUNJAMBI.COM - Keluhan warga terkait infrastruktur yang terbengkalai atau jalan rusak parah di Kota Jambi kembali mencuat ke permukaan.
Kali ini, sorotan tajam tertuju pada Ruas Jalan Raden Patah, Kelurahan Sijinjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi.
Jalur krusial bagi mobilitas masyarakat dan dunia usaha ini dilaporkan mengalami kerusakan parah dan belum mendapat perbaikan permanen selama hampir tiga tahun terakhir.
Keberadaan jalan yang hancur ini kian dikeluhkan lantaran mengancam keselamatan para pengendara yang melintas setiap harinya.
Berdasarkan pantauan langsung pada Selasa (7/7/2026), kerusakan terparah berada dari arah Simpang Sijinjang dengan panjang terdampak sekitar 150 meter.
Kondisi aspal di area tersebut sudah mengelupas total dan berganti menjadi permukaan tanah serta batu kerikil yang tidak rata.
Di sejumlah titik strategis, lubang jalan diperkirakan mencapai kedalaman hingga 50 sentimeter.
Kedalaman lubang yang menyerupai kubangan ini sangat membahayakan, terlebih ketika hujan turun dan menutup lubang-lubang tersebut dengan genangan air.
Baca juga: Pemkab Merangin Siapkan Rp2,4 Miliar untuk Aspal Jalan Rusak di Depan Kantor Camat Pamenang Selatan
Baca juga: Update Kasus Dosen di Bungo Jambi Dibunuh Oknum Polisi: Waldi Divonis Seumur Hidup
Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama yang setiap hari dilintasi truk pengangkut sawit, pasir, serta kendaraan operasional perusahaan.
Konstruksi jalan yang terus digerus oleh kendaraan bertonase besar tanpa adanya perawatan berkala membuat tingkat kerusakan meluas dengan sangat cepat.
Seperti yang terlihat pada dokumentasi visual, sebuah truk logistik berukuran besar berwarna kuning dengan bak kayu cokelat tampak kepayahan saat mencoba melewati jalur ini.
Bagian depan truk tersebut sampai sedikit menunduk akibat permukaan jalan yang ambles dan bergelombang parah.
Tak jauh dari truk, tampak pengendara sepeda motor matic merah juga harus ekstra waspada saat melaju di sisi kanan guna menghindari jebakan lubang sedalam setengah meter tersebut.
Di latar belakang, terlihat truk kontainer hijau dan kendaraan SUV putih yang ikut mengantre giliran melintas.
Kondisi jalan yang rusak membuat kendaraan harus melaju pelan untuk menghindari lubang, bahkan beberapa di antaranya nyaris terbalik saat melintas karena limbung.
Antrean panjang kendaraan pun menjadi pemandangan lumrah akibat semua pengemudi terpaksa memperlambat laju kendaraan mereka demi keamanan fisik mobil maupun muatan.
Melihat situasi yang kian hari kian memprihatinkan tanpa adanya tanda-tanda intervensi dari dinas terkait, masyarakat setempat mulai habis kesabaran.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen agar jalan kembali aman dilalui oleh seluruh elemen masyarakat, baik pengendara lokal maupun armada logistik perusahaan.
DISCLAIMER
Baca juga: Lutung Kelabu Masuk Kamar Mandi Warga Danau Sipin Jambi, Terdengar Jeritan
Baca juga: Update Kasus Dosen di Bungo Jambi Dibunuh Oknum Polisi: Waldi Divonis Seumur Hidup
Baca juga: Wajah Waldi Eks Polisi yang Bunuh Dosen di Bungo Pucat, Kakinya Sedikit Bengkok