TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kepanikan terjadi di Lorong Kas, RT 07, Perumahan Aura Bimantara, Kelurahan Sungai Putri, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, Selasa (7/7/2026).
Aktivitas bersih-bersih di sebuah warung, mendadak berubah jeritan.
Seekor monyet lutung kelabu tiba-tiba muncul di depan warung milik Zamroni.
Saat dihalau, satwa liar tersebut justru berlari masuk kamar mandi dan bersembunyi di sana.
Khawatir hewan tersebut menyerang penghuni rumah maupun warga sekitar, Zamroni langsung menghubungi Damkartan Kota Jambi melalui layanan darurat.
Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan laporan diterima petugas pada pukul 14.14 WIB.
Tim Rescue Pleton 2 Mako kemudian bergerak menuju lokasi pukul 14.23 WIB dan tiba sekitar 10 menit kemudian.
"Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel langsung kami kerahkan ke lokasi. Tim segera melakukan assessment sebelum melaksanakan evakuasi agar penanganan berlangsung aman bagi masyarakat maupun satwa," kata Mustari Affandy.
Ia menjelaskan, proses penyelamatan berlangsung cukup menantang karena lutung kelabu tersebut beberapa kali melakukan perlawanan saat akan diamankan.
Petugas akhirnya berhasil menangkap satwa itu menggunakan jaring dan tali jerat sebelum dimasukkan ke dalam kandang evakuasi.
"Satwa sempat melakukan perlawanan saat hendak dimasukkan ke kandang. Namun berkat pengalaman personel serta penggunaan peralatan yang sesuai prosedur, proses evakuasi berhasil diselesaikan dengan aman tanpa menimbulkan korban," ujarnya.
Usai dievakuasi, lutung kelabu tersebut tidak dibawa ke penangkaran, melainkan langsung dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya di kawasan hutan Sungai Gelam.
Menurut Mustari, langkah tersebut dilakukan agar satwa dapat kembali ke lingkungan yang lebih sesuai sekaligus menghindari potensi konflik dengan masyarakat.
"Setelah dipastikan aman, satwa langsung kami lepasliarkan ke kawasan hutan Sungai Gelam agar kembali ke habitatnya," katanya.
Operasi penyelamatan melibatkan enam personel Rescue Pleton 2 Mako dengan menggunakan satu unit Rescue Fire Jeep, kandang satwa, jaring, tali jerat, stick hook, serta alat pelindung diri (APD) lengkap.
Seluruh rangkaian operasi berlangsung sekitar dua jam 18 menit hingga personel kembali ke markas pada pukul 16.51 WIB.
Mustari juga mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap sendiri satwa liar yang masuk ke lingkungan permukiman.
"Apabila masyarakat menemukan satwa liar masuk ke rumah atau kawasan permukiman, segera hubungi Damkartan. Jangan bertindak sendiri karena berpotensi membahayakan masyarakat maupun satwanya. Biarkan petugas yang memiliki peralatan dan kemampuan melakukan penanganan," pungkasnya. (Taribunjambi.com/ M Yon Rinaldi)
Baca juga: Wajah Waldi Eks Polisi yang Bunuh Dosen di Bungo Pucat, Kakinya Sedikit Bengkok
Baca juga: Jambi Top 7, Sidik Korupsi Batu Bara dan Blackout hingga Nasib Pembunuh Dosen di Bungo