TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dalam kurun waktu enam jam terakhir mulai pukul 00.00-06.00, Gunung Merapi memuntahkan guguran lava pijar sebanyak tujuh kali.
Luncuran lava pijar mengarah ke Kali Sat/Putih sejauh 2000 meter.
"Teramati 7 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter,"tulis dalam laporan harian yang dirilis di laman magma.esdm.go.id, Rabu (8/7/2026).
Dalam periode yang sama, juga tercatat ada 22 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-20 mm dan lama gempa 49.78-168.95 detik.
Kemudian 36 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 1-26 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 11.73-32.89 detik.
Serta 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2-22 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 71.12-153.8 detik.
Secara visual, puncak gunung terlihat jelas
hingga tertutup Kabut 0-III.
Asap kawah nihil. Cuaca cerah hingga berawan, angin tenang ke arah barat.
Suhu udara sekitar 14.3-18°C dengan kelembaban 83.9-96 persen. Tekanan udara 874.8-919 mmHg.
Hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus level III atau siaga.
BPPTKG merekomendasikan sejumlah hal bagi masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan lereng Merapi.
Baca juga: Jalankan Aksi Dengan Jalan Khaki, Polisi Tangkap Lansia Pencuri Belasan Sepeda Dalam Sebulan
Rekomendasi
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
2. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
3. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
5. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
6. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
7. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)