Gugur saat Gerebek Narkoba, 3 Personel Polres Katingan Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta
Weni Wahyuny July 08, 2026 09:32 AM

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memberikan penghormatan tertinggi kepada tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan, Kalimantan Tengah, yang gugur saat menjalankan tugas pemberantasan narkotika. 

Atas dedikasi dan pengorbanan luar biasa mereka, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta setingkat lebih tinggi kepada ketiga mendiang.

Penghargaan kedinasan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, kepada pihak keluarga almarhum dalam prosesi pemakaman yang diselimuti suasana haru. 

Ketiga personel yang menerima pangkat Anumerta tersebut adalah Aipda Yudhie Perdana Putra, Bripda Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Sumariyanto. 

Mereka gugur setelah diserang oleh jaringan narkoba saat melakukan penggerebekan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, pada Kamis (2/7/2026) dini hari.

Baca juga: Sosok 3 Polisi Gugur Saat Penggerebekan Bandar Sabu di Katingan Kalteng

SOSOK POLISI -- Bentrokan berdarah itu awalnya langsung merenggut nyawa satu personel di lokasi kejadian akibat luka parah, sementara dua anggota lainnya sempat dinyatakan hilang misterius setelah berupaya mengamankan diri dengan cara menyeberangi derasnya Sungai Katingan. (Tribun Sumsel/Google Play)

Operasi Penindakan Sudah Sesuai Prosedur

Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa operasi penangkapan terhadap bandar narkoba berinisial BIO tersebut sebenarnya telah dirancang dengan matang dan dilaksanakan sesuai prosedur baku (SOP). 

Sebelum melakukan penindakan di lapangan, tim Satresnarkoba telah melakukan pengintaian mendalam.

"Mereka tahu betul bagaimana situasi dan karakteristik yang ada di sana," papar Irjen Pol Iwan Kurniawan, Selasa (7/7/2026), dikutip dari TribunKalteng.com.

Mengingat salah satu target yang masuk dalam daftar buronan adalah seorang wanita, pihak Polres Katingan juga telah mengantisipasinya dengan melibatkan personel Polwan dalam tim gabungan tersebut.

"Itu sudah dipersiapkan di satu titik, kemudian tim yang lain melakukan penindakan sesuai target berdasarkan informasi yang ada," imbuh Kapolda.

Kronologi Penghadangan dan Serangan di Wilayah Terpencil

Medan tempat kejadian perkara (TKP) dikenal sebagai wilayah terpencil yang berbatasan langsung dengan area hutan dan jalur perairan sungai. 

Jarak lokasi tersebut mencapai 125 kilometer dari Kota Kasongan, ibu kota Kabupaten Katingan. 

Kondisi geografis yang sulit ini diduga dimanfaatkan oleh jaringan pelaku.

Meski petugas sempat berhasil mengamankan bandar utama berinisial BIO, situasi mendadak berubah menjadi mencekam ketika warga setempat diduga terprovokasi. 

Provokasi tersebut memicu massa untuk mengepung dan menyerang balik petugas kepolisian menggunakan senjata.

"Kemudian juga mengeluarkan senjata, yaitu senjata tajam dan juga senjata api panjang," tandas Iwan Kurniawan terkait situasi chaos saat warga mulai berteriak "rampok" di lokasi kejadian.

Karena kalah jumlah dan menghadapi ancaman senjata api, tim kepolisian terpaksa mengambil keputusan taktis untuk mundur ke arah Sungai Katingan guna menyelamatkan diri.

"Pada saat terjun ke sungai itu mereka sempat menepi dan berkumpul kembali. Di situ terlihat ada beberapa yang luka," sambung Kapolda menggambarkan situasi kritis di lapangan.
 
"Tetapi ternyata serangan itu terus dilakukan oleh para pelaku sehingga anggota kami memutuskan untuk terjun lagi ke sungai."

Akibat serangan bertubi-tubi tersebut, satu personel ditemukan tewas di lokasi kejadian perkara. 

Sementara itu, dua anggota lainnya sempat disandera oleh jaringan narkoba tersebut sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Tindakan Tegas Terhadap Pelaku

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah bergerak cepat dan berhasil mengamankan tiga orang pelaku yang diduga terlibat langsung dalam aksi penyerangan berdarah tersebut. 

Kendati demikian, pengejaran masih terus dilakukan karena beberapa pelaku lain diidentifikasi masih melarikan diri.

Kapolda Kalteng menegaskan bahwa negara tidak akan kalah oleh jaringan kriminal dan meminta para pelaku yang buron untuk tidak mempersulit proses hukum yang berjalan.

"Saya sampaikan kepada para pelaku yang belum tertangkap, saya perintahkan untuk segera menyerahkan diri saja kepada kepolisian," tegasnya.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.