MANGGAR, BABEL NEWS - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Belitung Timur merangkak naik dalam beberapa waktu terakhir.
Kenaikan harga ini menjadi momentum yang baik setelah petani swadaya sawit sempat merasakan harga TBS yang fluktuatif.
"Kenaikan harga TBS saat ini tentu menjadi angin segar bagi petani sawit swadaya di Kabupaten Belitung Timur. Para petani kembali merasakan hasil yang lebih baik dari jerih payah mereka," ujar Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Belitung Timur, Susanto, Selasa (7/7/2026).
Berdasarkan informasi terbaru, harga TBS di PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM) mengalami kenaikan sebesar Rp80 per kilogram.
Harga yang sebelumnya Rp3.450 kini naik menjadi Rp3.530 per kilogram.
Sementara itu, PT Bina Agro Tani (BAT), harga beli terpantau masih sama, yakni di angka Rp3.500 per kilogram.
Susanto berharap tren positif ini dapat terus meningkat demi menjamin kesejahteraan para petani sawit di Belitung Timur.
"Kami berharap tren positif ini dapat terus naik sehingga kesejahteraan petani semakin meningkat," ucapnya.
Meski begitu, Susanto mengingatkan agar para petani swadaya sawit di Belitung Timur tidak terlena.
Mereka harus memanfaatkan keuntungan dari kenaikan harga TBS ini untuk meningkatkan pemeliharaan kebun yang intensif.
Petani diminta untuk terus meningkatkan produktivitas melalui pola pemupukan yang sesuai, pembersihan lahan, penggunaan bibit kelapa sawit unggul sertifikasi, serta disiplin panen pada tingkat kematangan buah yang tepat.
"Kami tentunya juga mengajak seluruh petani sawit swadaya untuk tetap menjaga kualitas hasil panen dan terus meningkatkan produktivitas kebun. Apkasindo akan terus hadir mengawal kepentingan petani, memperjuangkan kemitraan yang sehat, serta mendorong terciptanya iklim usaha perkebunan kelapa sawit yang berkeadilan di Kabupaten Belitung Timur," tutur Susanto.
Susanto juga berharap agar seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) yang ada tetap konsisten menerapkan sistem tata niaga yang adil, terbuka, dan transparan.
Andrianus (27), seorang petani kelapa sawit skala kecil asal Desa Tanjung Batu Itam, Kecamatan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur, mengatakan, dengan harga TBS saat ini yang menembus Rp3.530 per kilogram di PT SMM, dirinya mampu membawa pulang keuntungan bersih setiap kali panen.
"Kalau saya kan (penghasilan) kotor itu dekat Rp2 juta. Jadi bersihnya anggaplah Rp1,5 juta," kata Andrianus, Selasa (7/7/2026).
Andrianus sendiri dalam satu bulan bisa panen sebanyak tiga kali. Artinya, ia bisa saja meraup untung bersih sekitar Rp4,5 juta setiap bulan.
Keuntungan tersebut pun sudah dipotong untuk modal perawatan kebun, mulai dari pembersihan gulma hingga pembelian pupuk nonsubsidi.
"Masih ketutup sih Bang untuk saat ini. Untuk perawatan kayak pembersihan dan beli pupuk meskipun mahal masih dapat untung saya," ujar Andrianus. (z1)