Sosok Ipan Nurzaman Korban Ditarik Buaya di Banyuasin, Warga Asal Bandung 3 Bulan Lagi Akan Menikah
Odi Aria July 08, 2026 10:27 AM

SRIPOKU.COM, BANYUASIN– Kisah pilu menyelimuti keluarga Ipan Nurzaman, pria asal Bandung yang diduga ditarik buaya muara saat hendak memperbaiki perahu jukung di Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Di balik musibah yang menimpanya, Ipan ternyata tengah mempersiapkan hari bahagia.

Pria muda tersebut diketahui sudah bertunangan dengan perempuan pujaan hatinya dan berencana melangsungkan pernikahan dalam waktu sekitar tiga bulan lagi.

Baca juga: Korban Diterkam Buaya di Banyuasin Belum Ditemukan, Ayah Ipan Kumandangkan Azan di Dekat Sungai

Kepala Desa Teluk Betung, Muhammad Ali, mengatakan kabar tersebut diperoleh dari keluarga dan orang-orang terdekat korban.

"Dia katanya sudah tunangan dan persiapan akan menikah. Katanya tiga bulan dari sini akan menikah yang calonnya juga orang Bandung," ujar Muhammad Ali, Rabu (8/7/2026).

Menurut Muhammad Ali, Ipan baru sekitar empat bulan tinggal di Desa Teluk Betung.

Sebelumnya, ia bekerja di sebuah perusahaan sebelum akhirnya memutuskan berhenti dan bergabung bekerja bersama keluarga angkatnya di desa tersebut.

Selama berada di Teluk Betung, Ipan dikenal sebagai sosok pekerja yang merantau demi mencari penghidupan yang lebih baik.

KORBAN DITERKAM BUAYA- Ipan Nurzaman (26), warga yang diduga diterkam dan ditarik buaya muara saat hendak memperbaiki perahu jukung di Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, masih terus dilakukan hingga Rabu (8/7/2026).
KORBAN DITERKAM BUAYA- Ipan Nurzaman (26), warga yang diduga diterkam dan ditarik buaya muara saat hendak memperbaiki perahu jukung di Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, masih terus dilakukan hingga Rabu (8/7/2026). (Kolase)

Musibah yang menimpanya pun menjadi pukulan berat bagi keluarga, terlebih karena rencana pernikahan yang sudah dipersiapkan kini terancam tidak dapat terwujud.

Keluarga korban dari Bandung juga telah tiba di Desa Teluk Betung untuk mengikuti proses pencarian.

Ayah korban bersama dua anggota keluarga lainnya ikut memantau sekaligus berharap Ipan segera ditemukan.

"Bapaknya sama adik ipar, keluarganya ada tiga orang sudah datang. Mereka juga ikut mencari dan rencananya, bila korban sudah ketemu akan langsung dibawa pulang ke Bandung," kata Muhammad Ali.

Hingga Rabu (8/7/2026), pencarian terhadap Ipan Nurzaman masih dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat.

Berbagai metode diterapkan, mulai dari penyisiran sungai secara manual hingga upaya spiritual yang dipercaya masyarakat setempat.

Muhammad Ali berharap doa dari seluruh masyarakat Banyuasin agar korban segera ditemukan sehingga keluarga dapat memperoleh kepastian.

"Ini kami akan berangkat untuk kembali melakukan pencarian. Semalam sudah dilakukan pencarian, tetapi belum ada hasil," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.