SRIPOKU.COM – Mantan winger Sriwijaya FC asal Sumatera Selatan, Yogi Rahadian, mengaku menjagokan Timnas Prancis untuk menjadi juara Piala Dunia 2026.
Menurut eks pemain Timnas Indonesia kelompok umur itu, Prancis memiliki skuad yang paling lengkap dibandingkan tim peserta lainnya.
"Kalau saya sangat menjagokan Timnas Prancis," ujar Yogi Rahadian kepada Sripoku.com, Rabu (8/7/2026).
Pemain kelahiran Teluk, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin, 27 Oktober 1995 itu menilai kekuatan Prancis merata di seluruh lini sehingga layak menjadi favorit juara.
"Kenapa saya pilih Prancis, karena tim ini komplet. Kelihatannya lebih siap, seluruh lini merata," katanya.
Prancis dijadwalkan menghadapi Maroko pada babak perempat final Piala Dunia 2026 yang berlangsung Jumat (10/7/2026) pukul 03.00 WIB di Stadion Boston, Amerika Serikat.
Karier Yogi Rahadian
Yogi Rahadian merupakan salah satu pesepak bola asal Sumatera Selatan yang memiliki perjalanan karier cukup panjang di sepak bola nasional.
Ia pernah memperkuat Sriwijaya FC pada kompetisi Liga 1 musim 2018, setelah sebelumnya meniti karier bersama Mitra Kukar.
Selain bermain di level klub, Yogi juga pernah memperkuat Timnas Indonesia kelompok umur mulai dari U-14, U-15, U-17, U-18 hingga U-23.
Salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah saat mendapat kesempatan membela Timnas Indonesia U-14 di Thailand.
"Yang berkesan itu pas ikut Timnas U-14 di Thailand rasanya senang dan bangga. Soal persaingan pasti selalu ketat terus di Timnas. Waktu itu lagi rezekinya masuk Timnas," ujar Yogi.
Pemain yang mengidolakan Eden Michael itu merupakan jebolan Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA).
Dari akademi tersebut, kariernya berkembang dengan memperkuat Persimuba U-15 dan U-18 sebelum direkrut Mitra Kukar.
Yogi juga sempat memperkuat Muba Babel United pada Liga 2 musim 2020 dan AHHA PATI pada 2021.
Pernah Berlatih di Leicester City dan Uruguay
Karier Yogi semakin berkembang ketika terpilih mengikuti program Indonesia Football Academy (IFA), bentukan Badan Tim Nasional PSSI.
Melalui program tersebut, ia mendapat kesempatan berlatih selama satu bulan di akademi klub Liga Inggris, Leicester City.
Saat itu hanya empat pemain terbaik IFA yang diberangkatkan, yakni Yogi Rahadian, Moch Fahmi Al Ayyubi, Maldini Pali, dan Rico Adriyanto.
Selain itu, Yogi juga pernah mengikuti program Sociedad Anónima Deportiva (SAD) Indonesia di Uruguay.
Menurut Yogi, program tersebut menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan kariernya sebagai pesepak bola profesional.
"Waktu itu ada Piala Menpora U-15 sekalian seleksi. Hasil dari pemain yang terpilih diproyeksikan masuk IFA. Di perjalanan program itu mandek karena masalah finansial. Terus ada SAD Uruguay tiap tahun ada seleksi. Alhamdulillah Yogi terpilih ke Uruguay," jelasnya.
Pernah Membawa Mitra Kukar Juara
Nama Yogi Rahadian semakin dikenal setelah membantu Mitra Kukar menjuarai Turnamen Piala Jenderal Sudirman 2015 usai mengalahkan Semen Padang dengan skor 2-1 di partai final.
Sebelumnya, Yogi juga sempat mengikuti seleksi Sriwijaya FC U-21 pada 2013 yang dilatih Subangkit.
Namun, ia gagal lolos seleksi dan akhirnya direkrut Mitra Kukar.
Menariknya, pada kompetisi tersebut Sriwijaya FC U-21 dan Mitra Kukar bertemu di partai final.
Kini Miliki Lisensi Kepelatihan
Selain aktif sebagai pemain, Yogi kini telah mengantongi lisensi kepelatihan C.
Ia juga pernah mendirikan SSB ER7 di kampung halamannya di Dusun Teluk, Kecamatan Lais, Musi Banyuasin, sebagai wadah berbagi ilmu kepada pemain muda.
• Eks Bek Sriwijaya FC Sandhya Rizky Sebut Portugal Kalah Rezeki dari Spanyol
Meski saat ini aktivitas SSB tersebut dihentikan sementara karena kesibukan dan keterbatasan tenaga pelatih, Yogi tetap berharap bisa kembali berkontribusi untuk pembinaan sepak bola usia dini.
Ia pun membagikan pesan kepada para pemain muda yang ingin mengikuti jejaknya menjadi pesepak bola profesional.
"Kuncinya disiplin, jujur, kerja keras, dan jangan lupa berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Karena segalanya atas kehendak-Nya. Walaupun kita sudah bekerja keras, kalau belum diizinkan, belum tentu berhasil," tutup Yogi.