Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Siap Digelar 18 Juli, Angkat Heroisme Perang Bayu Lawan VOC
Alga W July 08, 2026 12:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Gelaran parade etnik Banyuwangi Ethno Carnival 2026 bakal digelar pada Sabtu (18/7/2026).

Sebanyak ratusan talent akan membawakan kostum etnik modern dengan desain unik.

Baca juga: PG Ngadiredjo Kediri Tembus 3 Juta Kuintal Tebu di Hari Giling ke-52, Optimistis Bisa Capai Target

Kostum kali ini mengusung heroisme masyarakat Banyuwangi dalam Perang Bayu melawan VOC pada abad 18 lalu.

Ya, tema BEC 2026 adalah 'Perang Bayu-The Great War of Blambangan'.

Mengisahkan aksi heroik perlawanan rakyat Blambangan terhadap penjajahan Belanda pada 1771-1772 (VOC), dan menjadi sejarah berdirinya Banyuwangi.

"BEC bukan sekadar karnaval kostum biasa, namun sebuah mahakarya seni berakar kearifan lokal. Ide dan tema yang diangkat setiap tahun diambil dari seni, budaya, tradisi, sejarah hingga potensi alam Banyuwangi. Inilah yang membedakan BEC dengan karnaval lainnya," ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Selasa (7/7/2026) pagi.

Puluhan kostum etnik yang tampil dalam BEC akan memvisualisaikan 5 sub tema yang merpresentasikan berbagai fragmen perjuangan pada Perang Bayu.

Pertama, sub tema Pejuang Blambangan memvisualisasikan tokoh pahlawan yang menjadi sentral dalam kisah ini yakni Rempeg Jogopati dan Sayu Wiwit.

Kedua, sub tema Genderang Perang memvisualisasikan senjata yang digunakan rakyat Banyuwangi saat melawan penjajah seperti keris, tombak, jemparing (panah).

Ketiga, sub tema 'VOC dan Sekutu' memvisualisasikan penjajah yang menyerang Blambangan seperti prajurit VOC dan upeti.

Keempat, sub tema Situs Perang memvisualisasikan tempat berlangsungnya perlawan terhadap penjajah seperti Rowo Bayu, Teluk Pang-pang, Pelabuhan Grajagan.

Kelima, sub tema Hasil Bumi memvisualisasikan kekayaan Banyuwangi yang menjadi incaran penjajah seperti rempah-rempah dan hasil perkebunan.

"Inilah kekayaan tema lokal Banyuwangi yang tidak akan pernah habis digali," ujar Ipuk.

Menurutnya, tentu akan sangat menarik untuk melihat kesemua sub tema tersebut divisualisasikan secara kreatif dalam sebuah rancangan kostum karnaval.

BEC menjadi bagian dalam rangkaian Banyuwangi Attraction 2026 yang digelar sejak tahun 2011 dan menjadi agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementrian Pariwisata setiap tahun sejak 2022.

"Terima kasih kepada seniman, budayawan, desainer serta anak-anak Banyuwangi yang terus setia menggangkat kearifan lokal sehingga khasanah Banyuwangi akan selalu hidup dan lestari," ujar Ipuk.

BEC akan mengambil start di Taman Blambangan dan finish di depan Kantor Pemkab Banyuwangi dengan rute sepanjang jalan 2,5 KM.

Biasanya, ribuan orang akan memadati sepanjang jalan dan ratusan UMKM mendapatkan berkahnya.

"Parade BEC dimulai dari Taman Blambangan pada pukul 13.00. Para talent menyusuri rute sejauh 2,5 km menuju finish di depan kantor Pemkab Banyuwangi," kata Plt Kepala Dinas Pariwisata, Hartono.

Rangkaian BEC 2026 akan digelar selama tiga hari, 17-19 Juli 2026.

Diawali pameran UMKM (17 Juli), disusul BEC Grand Carnival (18 Juli), dan ditutup Konser Musik BEC (19 Juli).

"Minggu pagi, 19 Juli akan digelar BI Run. Tentunya wisatawan setelah menonton BEC, silakan besok paginya ikut event lari BI Run," tutup Ipuk.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.