Sulawesi Tengah Diguncang Empat Gempa Beruntun Rabu 8 Juli 2026, Terbesar M 4,3 di Morowali Utara
Lisna Ali July 08, 2026 12:29 PM

TRIBUNPALU.COM - Gempa Bumi mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng) sebanyak empat kali berturut-turut pada Rabu (8/7/2026) pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat rentetan aktivitas seismik tersebut terjadi dalam kurun waktu dini hari hingga menjelang siang.

Empat Gempa Bumi tersebut mengguncang sejumlah titik wilayah yang berbeda di Sulteng, meliputi Kabupaten Morowali Utara, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Poso.

Guncangan gempa yang terjadi ini sempat memicu perhatian masyarakat di beberapa wilayah terdampak meskipun sebagian besar bermagnitudo kecil.

Berdasarkan data dari BMKG, gempa pertama sekaligus yang terbesar tersebut memiliki kekuatan Magnitudo 4,3.

Baca juga: Kementerian ATR/BPN Terapkan Sistem Pengukuran Tanah Terjadwal Mulai Agustus 2026

1.Gempa Bumi 4,3

Gempa Bumi berkekuatan Magnitudo 4,3 terjadi pada pada pukul 05:34 WITA.

Pusat gempa pertama ini berada di wilayah Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Hasil analisis episenter BMKG menunjukkan titik koordinat gempa Morowali Utara terletak pada 1.93 Lintang Selatan (LS) dan 121.41 Bujur Timur (BT).

Secara spesifik, lokasi pusat getaran tersebut berjarak sekitar 33 kilometer arah tenggara dari wilayah Kabupaten Morowali Utara.

BMKG mengonfirmasi bahwa pusat Gempa Bumi Magnitudo 4,3 tersebut berada di darat dengan kedalaman mencapai 10 kilometer.

Mengingat pusatnya berada di darat dan tergolong dangkal, getaran gempa umumnya dirasakan oleh warga yang berada di dalam rumah.

Meski getarannya dirasakan, BMKG memastikan bahwa Gempa Bumi di Morowali Utara ini sama sekali tidak berpotensi tsunami.

2. Gempa Bumi Guncang Sigi

Gempa mengguncang wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada hari yang sama.

Informasi dari BMKG menyebutkan Gempa Bumi  yang mengguncang Sigi tersebut berkekuatan Magnitudo 3,3.

Guncangan gempa Magnitudo 3,3 di wilayah Sigi ini tercatat terjadi pada pukul 07:48:01 WITA.

Pusat getaran gempa ini terdeteksi berada di darat, berlokasi pada koordinat 1.24 Lintang Selatan dan 120.29 Bujur Timur.

Jarak pusat gempa tersebut berada di sekitar 46 kilometer arah Timur Laut dari wilayah Kabupaten Sigi.

Gempa Bumi di Sigi ini memiliki pusat kedalaman yang sangat dangkal, berjarak 2 kilometer di bawah permukaan tanah.

Gempa Bumi dengan skala Magnitudo 3,3 dikategorikan sebagai gempa bumi berkekuatan kecil hingga mikro.

Getaran dari gempa berskala mikro ini umumnya terasa sangat ringan atau bahkan kerap kali tidak dirasakan sama sekali oleh manusia.

Meskipun demikian, seluruh aktivitas getaran tektonik tersebut tetap terekam oleh sensor alat seismograf milik BMKG.

Secara geografis, Kabupaten Sigi sendiri merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan pusat ibu kota provinsi, yakni Kota Palu.

Akses dari pusat pemerintahan Kabupaten Sigi di Bora menuju Kota Palu dapat ditempuh menggunakan jalur darat dengan jarak sekitar 15 kilometer.

Waktu tempuh antar kedua wilayah pusat pemerintahan tersebut berkisar kurang lebih selama 30 menit perjalanan darat.

3. Gempa Bumi M 2,4

Gempa ketiga di Sulteng tercatat dengan kekuatan Magnitudo 2,4.

BMKG merilis Gempa Bumi Magnitudo 2,4 di wilayah Sigi ini terjadi menjelang siang hari, tepatnya pada pukul 09:01:36 WITA.

Episenter gempa ketiga ini berlokasi pada titik koordinat 1.38 Lintang Selatan dan 120.29 Bujur Timur.

Pusat getaran susulan ini berada pada jarak sekitar 45 kilometer arah Timur Laut dari Kabupaten Sigi dengan kedalaman 8 kilometer.

Getaran berskala Magnitudo 2,4 merupakan gempa sangat kecil yang dipastikan tidak menimbulkan dampak kerusakan fasilitas publik maupun rumah warga.

4. Gempa Bumi Poso

BMKG mencatat gempa keempatberkekuatan Magnitudo 2,2 dan terjadi pada pukul 09:34:33 WITA.

Pusat gempa bumi Poso berada di darat pada koordinat 1.38 Lintang Selatan dan 120.55 Bujur Timur, tepatnya 22 kilometer Barat Laut Poso dengan kedalaman 5 kilometer.

*Disclaimer

Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

Baca juga: Program Serbuan Teritorial TNI di Poso Berlangsung Sebulan, Ini Sasaran Pembangunannya

Berikut ini hal yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi:.

1. Ketika berada di dalam Rumah

- Patikan diri Anda dan keluarga Anda dalam keadaan aman

a. Berlindunglah di kolong meja

Gempa bumi yang dahsyat dapat terjadi kurang dari satu menit.

Selama itu, Anda harus meyakinkan bahwa Anda dan keluarga Anda selamat.

Segeralah berlindung di kolong meja, apabila Anda sudah berada di kolong meja harap tetap berpegang erat-erat pada kaki meja.

Jika tidak memiliki meja, lindungilah kepala Anda dengan sebuah bantal atau papan atau apa saja yang bisa menghindari dari benturan.

Selain itu, Anda juga bisa berlindung di bawah kusen pintu.

b. Segera matikan kompor/tungku.

Apabila ada api menyala, matikanlah segera.

Membiasakan untuk mematikan semua sumber bahan bakar walaupun hanya dalam gempa bumi yang berskala kecil.

Berteriaklah kepada yang lainnya untuk mematikan juga api dengan segera.

Sebab unit pemadam kebakaran tidak mungkin membantu dalam kondisi gempa bumi.

Maka dari itu setiap orang diharapkan untuk berusaha semaksimal mungkin untuk memadamkan api.

Hal ini sangat penting untuk mengurangi kerusakan sekecil mungkin dari gempa bumi.

c. Jangan panik dan bergegaslah ke luar rumah dengan tertib

Selama gempa bumi, kaca rumah, genteng, seng dan bahan lainnya bisa berjatuhan, dan kemungkinan pagar/dinding pemisah akan rubuh, maka berhati-hatilah pada waktu keluar rumah.

Selain itu, periksa juga apa ada anggota keluarga yang terluka, jika ada segera lakukan P3K;

Telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

Baca juga: Gandeng Investor Dubai, Bupati Sigi Optimistis Dorong Percepatan Ekonomi Lewat Investasi Hijau

2. Ketika berada di luar rumah

Saat berada dil uar rumah, lindungilah kepala Anda, dan hindari bahan-bahan yang berbahaya.

Hati-hati dengan reruntuhan seperti balok semen, genteng, kaca dan jatuhan dinding-dinding/pagartembok.

Hindari pohon-pohon yang tinggi dan tegangan listrik serta bergeraklah ke daerah terbuka/bebas.

3. Ketika berada di Pusat perbelanjaan, bioskop atau pasar

Jangan panik atau membuat kepanikan.

Panik adalah keprihatinan yang utama di tempat keramaian dimana banyak orang berkumpul seperti di pusat perbelanjaan, bioskop dan pasar.

Apabila Anda berada di salahsatu tempat tersebut ketika terjadi gempa bumi, harap mengikuti petunjuk petugas yang sedang piket seperti karyawan atau penjaga.

Bila terjadi kebakaran, tempat sekitarnya akan dipenuhi asap tebal.

Pada saat itu Anda diharap membungkuk, dengan demikian Anda tidak dapat menghirup asap, dan segeralah menyelamatkan diri.

4. Ketika berada di dalam bangunan bertingkat

Apabila Anda berada di dalam bangunan bertingkat (tingkat I, II dan seterusnya), jangan kaget bila ada tanda bahaya berbunyi terus atau listrik mati.

Biasanya bangunan bertingkat telah dilengkapi dengan sistem operasi darurat, yang apabila terjadi gempa bumi mesin akan segera bekerja secara otomatis.

Lift dan eskalator akan berhenti di lantai terdekat.

(*)

Sumber: TribunManado

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.