Pemuda di Mamasa Tewas Kesetrum saat Perbaiki Colokan Listrik di Kamar
Nurhadi Hasbi July 08, 2026 01:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Seorang pria berinisial IM (23) tewas setelah tersengat arus listrik di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Buntu, Desa Bundu Buda, Kecamatan Mamasa, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.

Korban ditemukan kerabatnya dalam kondisi kaku dengan salah satu tangan masih menggenggam colokan listrik yang terbuka.

Baca juga: Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Lahan di Desa Sumare Mamuju

Baca juga: Kronologi Lansia di Polman Tewas Kesetrum Listrik di Kamar Mandi

Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Korsleting

Bhabinkamtibmas Polsek Mamasa, Bripka Andi Itung, menyebut korban saat itu sedang memperbaiki instalasi listrik di dalam kamarnya.

"Berdasarkan keterangan saksi, korban diketahui sedang memperbaiki instalasi listrik di dalam kamarnya," kata Bripka Andi Itung dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).

Ia menyebut saksi menemukan korban dalam kondisi kaku dengan tangan masih menggenggam colokan listrik yang tidak tertutup.

Menurut Itung, warga sempat membawa korban ke Rumah Sakit Banua Mamasa.

Namun, nyawa korban tidak terselamatkan. Pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi, polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak PLN untuk melakukan pemeriksaan teknis terhadap instalasi listrik di lokasi kejadian.

Hasil investigasi teknis PLN menunjukkan adanya sambungan kabel yang tidak sesuai sehingga memicu korsleting.

Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya arus balik (backfeed), yakni kondisi ketika penonaktifan MCB (Miniature Circuit Breaker) pada meteran tidak berfungsi secara optimal.

Sementara itu, Kapolsek Mamasa Iptu Ana Yudhi Hayato memastikan situasi di lokasi pascakejadian terpantau aman dan terkendali.

Pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas. Jenazah korban saat ini telah disemayamkan di kediamannya.

"Kehadiran personel di lokasi bertujuan memberikan rasa aman, mencegah kesalahpahaman, serta memastikan proses evakuasi dan penyelidikan awal berjalan sesuai prosedur hukum," ungkap Iptu Ana Yudhi Hayato. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.