TRIBUNNEWS.COM - Ruangguru mengambil tindakan tegas terhadap Ghaza Muhammad Al Ghifari, peserta Clash of Champions Season 3 yang viral karena tudingan terlibat pelecehan seksual.
Lewat pernyataan resminya di saluran akun Ruangguru Clash Of Champions, platform yang didirikan oleh Belva Devara dan Iman Usman itu akhirnya buka suara.
Pihaknya membenarkan peserta tidak jujur soal kasus pelecehan seksual yang menjeratnya.
"Ruangguru telah menerima informasi terkait salah satu peserta Ruangguru Clash of Champions dan melakukan proses verifikasi serta klarifikasi secara langsung dengan pihak terkait," ungkap Ruangguru memulai pernyataan resminya, dikutip Rabu (8/7/2026).
"Berdasarkan proses tersebut, Ruangguru menemukan adanya informasi material terkait pelanggaran yang tidak disampaikan selama proses seleksi dan administrasi peserta, serta adanya keterangan yang tidak sesuai dalam proses klarifikasi," tambah pihak Ruangguru.
Kini, Ruangguru memutuskan mendiskualifikasi Ghaza Muhammad Al Ghifari dari seluruh kegiatan Clash of Champions.
Termasuk di dalamnya aktivitas promosi dan publikasi yang mengatasnamanakan Ruangguru.
"Atas dasar itu, Ruangguru memutuskan bahwa peserta yang bersangkutan tidak lagi menjadi bagian dari Ruangguru Clash of Champions."
"Oleh karena itu, Ruangguru mencabut seluruh hak, akses, privelegde, benefit, dan/atau fasilitas peserta yang bersangkutan sebagai cast/peserta Clash of Champions, dan peserta tidak akan terlibat dalam kegiatan promosi, publikasi, event, maupun aktivitas publik lainnya yang berkaitan dengan program," pungkasnya.
Ghaza bernama lengkap Ghaza Muhammad Al Ghifari.
Ia lahir 8 Maret di Mojokerto.
Baca juga: Profil Xaviera Putri, Peserta Clash of Champions Perwakilan dari KAIST, Adik Ipar CEO Ruangguru
Ghaza lulus dari SMA Negeri 1 Sooko Mojokerto sebelum melanjutkan kuliahnya di sekolah kedinasan Jurusan Transportasi Darat di Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) angkatan 2023.
Selain prestasi akademik, Ghaza turut berprestasi di bidang olahraga.
Pada cabang finswimming dengan meraih Bronze Medal nomor 200 Meter Bifins KU-C dalam Kejuaraan Nasional Finswimming 2019.
Prestasi tersebut menunjukkan kemampuannya dalam olahraga renang menggunakan sirip atau finswimming, cabang olahraga yang menuntut kecepatan, kekuatan fisik, koordinasi gerakan, serta daya tahan tubuh yang tinggi.
Tak hanya itu, Ghaza juga tercatat aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan di kampusnya.
Ghaza menjabat sebagai Anggota Komisi II Olahraga dan Seni Dewan Musyawarah Taruna PTDI-STTD periode 2024/2025 yang memiliki tanggung jawab mengawal berbagai program dan kegiatan di bidang olahraga maupun seni.
Setelah kasus ini viral, Ghaza terlihat menonaktifkan seluruh platform media sosialnya yang sebelumnya aktif.
Pihak Ruangguru juga mengupayakan mengedit bagian-bagian tayangan yang menampilkan Ghaza.
Namanya santer disorot setelah sebuah cuitan di X yang ditulis akun @cinnamonawaww menyesalkan lolosnya Ghaza sebagai peserta COC 3 padahal diduga pernah memiliki riwayat kasus pelecehan seksual.
Bahkan, status Ghaza di kampusnya sudah dinonaktifkan karena kasus tersebut.
"Ghaza itu pelaku pelecehan seksual," tulis akun tersebut, Selasa (7/7/2026).
Unggahan itu langsung menjadi perhatian warganet dan membuat banyak pihak menyesalkan bagaimana Ruangguru bisa tidak mempertimbangkan hal itu.
"Aku enggak tahu kenapa dia bisa lolos. Entah pihak COC kecolongan atau dari kampus kami yang gimana. Kami semua mempertanyakan Kak," terang akun tersebut.
Ruangguru Clash of Champions adalah serial web game show realitas edukasi yang diproduksi oleh Ruangguru.
Ajang ini mempertemukan mahasiswa berprestasi dan ber-IPK tinggi dari berbagai universitas bergengsi di Indonesia dan luar negeri untuk bersaing dalam adu kecerdasan, logika, dan pemecahan masalah.
(Tribunnews.com/ Salma)