- Serangkaian serangan rudal dan drone dilaporkan telah menggempur wilayah Kuwait yang terdapat sejumlah pangkalan serta fasilitas militer milik Amerika Serikat (AS).
Operasi udara yang masif ini seketika memicu alarm bahaya tinggi dan kepanikan hebat di instalasi pertahanan sekutu utama AS tersebut.
Mengutip Iran International pada (8/7), kabar ini menurut konfirmasi dari militer Kuwait pada Rabu (8/7/2026).
Lebih tepatnya dilaporkan bahwa pihak militer Kuwait mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka tengah aktif menghadapi gelombang serangan rudal dan pesawat tanpa awak.
Terkait suara dentuman keras yang sempat meresahkan masyarakat, otoritas menjelaskan bahwa hal tersebut bersumber dari proses intersepsi senjata penangkis terhadap ancaman yang datang.
Menanggapi situasi darurat ini, Staf Umum Angkatan Darat Kuwait langsung mengeluarkan imbauan resmi kepada publik.
Mereka mendesak seluruh warga negara maupun penduduk asing yang tinggal di sana untuk tetap tenang dan tidak panik.
Selain itu, masyarakat diminta untuk mematuhi setiap instruksi keamanan serta keselamatan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.