Para bandar taruhan telah merilis proyeksi terbaru untuk Liga Premier musim 2026-27, dengan Arsenal berada di posisi terdepan sementara Leeds United bersiap menghadapi musim kedua yang menantang setelah promosi mereka kembali.
Menurut laporan dari yorkshireeveningpost.co.uk, harga taruhan terbaru tersebut mencerminkan tabel akhir yang diprediksi, dan akan terus diperbarui secara rutin menjelang tujuh minggu sebelum kick-off dimulai.
Leeds dan Sunderland sama-sama menentang tren umum klub yang baru promosi pada musim 2025-26. Leeds menutup musim di posisi ke-14, unggul delapan poin dari zona degradasi, sementara Sunderland finis di peringkat ketujuh dan berhasil mengamankan tempat di Liga Europa.
Burnley langsung terdegradasi kembali, bergabung dengan Wolverhampton Wanderers yang berada di dasar klasemen serta West Ham United, yang nasibnya dipastikan turun kasta pada hari terakhir musim setelah Tottenham Hotspur yang berada di posisi ke-17 berhasil bertahan.
Coventry City, Ipswich Town, dan Hull City akan naik ke Liga Premier sebagai juara, runner-up, dan pemenang play-off untuk musim 2026-27. Ketua Leeds, Paraag Marathe, telah mengingatkan bahwa musim kedua bagi klub yang baru promosi bisa menjadi tantangan yang sangat berat.
Leeds menutup musim lalu di atas Crystal Palace dan Nottingham Forest, hanya terpaut dua poin dari Everton dan Newcastle United.
Di luar lapangan, Vitor Pereira telah meninggalkan posisinya di Nottingham Forest, sementara pelatih kepala Crystal Palace yang akan hengkang, Oliver Glasner, dikabarkan akan segera diangkat sebagai penggantinya.
Prediksi enam besar dari para bandar menunjukkan urutan sebagai berikut: pertama Arsenal, kedua Manchester City, ketiga Liverpool, keempat Manchester United, kelima Chelsea, dan keenam Tottenham Hotspur. Arsenal menjadi favorit dengan peluang 6-4, diikuti oleh Manchester City dengan 7-2, Liverpool 6-1, Manchester United 13-2, Chelsea 11-1, dan Tottenham 28-1.
Coventry City, Ipswich Town, dan Hull City akan menjadi pendatang baru yang menarik untuk disaksikan, sementara klub-klub seperti Leeds United dan Sunderland akan berusaha mempertahankan posisi mereka di papan tengah setelah musim yang solid.
Dengan bursa taruhan yang terus berubah dan dinamika pra-musim yang masih berlangsung, proyeksi ini kemungkinan akan mengalami pergeseran sebelum Liga Premier musim 2026-27 resmi dimulai.