Nasib Anak Andika Kangen Band yang Diduga Diintimidasi Orangtua Murid, Kini Pindah Sekolah
Murhan July 08, 2026 02:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Nasib anak musisi Andika Mahesa jadi sorotan. Andika Kangen Band lalu memutuskan memindahkan sekolah putranya, Mahesa Mawla Bumi. 

Keputusan itu diambil setelah Bumi diduga mengalami intimidasi dari orang tua murid.

Dia mengaku khawatir pengalaman tersebut membuat putranya mengalami trauma berkepanjangan. 
Karena itu, ia memilih mencarikan sekolah baru yang lebih nyaman.

"Takutnya dia mengalami trauma yang mendalam yang lama kan, jadi pindahin aja sekolahnya," kata Andika Mahesa saat ditemui di Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).

Kini, Bumi sudah bersekolah di tempat yang baru. Andika pun memastikan kondisi putranya sudah lebih aman.

"Aman udah, udah pindah sekolah," tuturnya.

Baca juga: Jawab Isu Nikita Mirzani Suap Hakim Rp4 Miliar, Kuasa Hukum Sentil Pihak Reza Gladys: Tuduhan Serius

Andika juga menilai orang dewasa seharusnya tidak ikut memperbesar persoalan yang terjadi di antara anak-anak. 

Menurutnya, anak usia sekolah dasar lebih tepat disebut aktif, bukan nakal.

"Saya nggak mau jadi berantem sama orang-orang, anak bocah-bocah mah aktif, bukan bandel. Anak bandel mah SMA. Iya kalau masih SD mah itu mah anak aktif, kecerdasan orang kan beda-beda, persepsi orang juga anak beda-beda," jelasnya.

Kasus ini terjadi pada November 2023 di sebuah sekolah dasar di Bandar Lampung. 

Saat itu, Bumi diduga diintimidasi oleh orang tua salah satu teman sekolahnya.

Peristiwa tersebut berawal dari perselisihan saat anak-anak sedang bermain. 

Orang tua murid itu disebut memarahi dan membentak Bumi hingga jatuh sakit dan mengalami trauma.

Merasa putranya diperlakukan tidak semestinya, Andika membawa kasus tersebut ke jalur hukum. 

Kini, ia berharap Bumi bisa belajar dengan tenang di lingkungan sekolah yang baru. 

Lakukan 4 Hal Ini Ketika Anak Menghadapi Bullying

Sebagai orang tua, tentu rasanya menyakitkan dan sedih mengetahui ketika anak ditindas orang lain.

Menghadapi hal ini terkadang tentu kita ingin membalas pelaku perundungan dengan cara yang sama.

Namun, membalas perundungan dengan cara merundung balik tak akan memperbaiki keadaan. 

Justru kita akan terjebak dalam lingkaran setan, dan mengajarkan anak untuk menjadi pelaku bullying.

Maka dari itu penting untuk mengajarkan pada anak bagaimana melindungi dirinya sendiri saat mengalami perundungan.

Alih-alih menindas balik, ajarkan mereka untuk membalas dengan cara yang elegan dan tidak merusak harga diri orang lain. Dengan begitu, anak-anak akan tampil percaya diri.

Sebagaimana dikutip dari Bright Side, berikut ini cara mengajarkan anak menghadapi bullying tanpa melukai harga diri orang lain.

1. Mendengarkan anak berbagi cerita

Bicaralah dengan anak tentang apa yang terjadi di sekolah, serta buat mereka merasa didengar dan dipahami.

Mengetahui bahwa kamu berada di sisinya untuk membantu dan mendukung mereka bisa sangat melegakan bagi anak.

Cobalah untuk tidak bereaksi dengan emosi yang kuat karena anak akan menjadi enggan berbicara denganmu karena takut kamu akan marah saat bercerita di lain waktu.

Tentu saja, jangan mencoba mencari alasan dalam perilaku anak kamu untuk menjelaskan mengapa mereka diejek.

Itu bukan salah mereka, dan jika kamu menyalahkan mereka, itu hanya akan membuat mereka semakin cemas.

2. Ajari anak bahwa tidak apa-apa untuk meminta bantuan

Sebagai anak kecil, mungkin sulit untuk membela diri sendiri. Beberapa anak dapat melakukannya, tetapi yang lainnya lebih malu dan ragu-ragu.

Jadi, ajarkan pada anak kamu bahwa tidak apa-apa untuk meminta pertolongan dan bantuan dari orang dewasa di sekitarnya, termasuk guru.

Tujuannya, agar anak kamu tidak terus-menerus mengalami penindasan dan memberi pesan bahwa meminta bantuan orang lain saat merasa membutuhkan itu bukanlah sikap yang salah.

Jika tidak bisa mengatasinya sendiri, bantuan tersebut akan mendukung dan melindungi anak kamu dari perundungan.

3. Ajari anak untuk tidak bereaksi terhadap ejekan

Pelaku bullying ingin mendapatkan reaksi emosional dari anak kamu, jadi marah atau menangis hanya akan menyebabkan lebih banyak ejekan yang menimpanya.

Ajari anak untuk mencoba mengabaikan pelaku, seolah-olah itu tidak terlihat dan tidak terjadi. Kemudian, melangkah pergi jika memungkinkan.

Bahkan, saat anak kamu memberikan perhatian hanya dengan menatap dan memberikan senyuman saja, itu justru membuat pelaku bingung dengan reaksi yang tidak terduga.

Jika anakmu berhasil melakukannya dan bercerita padamu, pujilah mereka karena sudah bereaksi seperti yang sudah diajarkan.

4. Ajari anak bagaimana mengubah ejekan menjadi pujian

Mengubah ejekan menjadi pujian adalah reaksi yang dipaksakan dan gampang-gampang susah, tapi ini cukup membantu anak untuk bereaksi dengan cara lain.

Tentu saja, pelaku bullying ingin membuat anak lain merasa terluka, tetapi mereka tidak dapat melakukannya jika kamu mengajari anakmu untuk mengubah sesuatu yang negatif menjadi sesuatu yang positif.

Misalnya, jika anak kamu memakai kacamata dan pelaku menyebutnya "bermata empat", maka anak kamu dapat berterima kasih kepada mereka karena memperhatikan spesifikasinya.

Seperti mengatakan, "Wah, ternyata selama ini kamu sangat perhatian sekali padaku. Aku terharu, terima kasih ya."

Ini pasti akan membingungkan pelaku bullying, dan mereka mungkin tidak ingin melakukannya lagi karena mengetahui bahwa tidak akan mendapatkan reaksi yang diharapkan.

(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.