Selebrasi Piala Dunia Berujung Lempar Batu, Dua Kelompok Penghuni Kos Baku Hantam di Denpasar
Ida Ayu Suryantini Putri July 08, 2026 03:03 PM

 

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Aksi selebrasi kemenangan tim sepak bola Argentina dalam ajang Piala Dunia 2026 berujung perkelahian dua kelompok warga pendatang asal Nusa Tenggara Timur di Kota Denpasar. 

Dua kelompok penghuni kos yang bertetangga terlibat bentrokan fisik di Jalan Akasia XVI, Gang Durian, Kecamatan Denpasar Timur, pada Rabu 8 Juli 2026 dini hari sekitar pukul 02.20 WITA.

Keributan dipicu oleh aksi beberapa penghuni kos asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang merayakan kemenangan tim favorit mereka dengan cara menggeber-geber sepeda motor dan berteriak-teriak di gang pemukiman. 

Baca juga: 25 Siswa SD Hingga SMA Dapat Dana Motivasi Pendidikan Dari Desa Adat Penatih Puri Denpasar Bali

Tindakan tersebut lantas mengusik ketenangan penghuni kos lain asal Sumba Barat yang tengah beristirahat hingga berujung pada aksi saling lempar batu.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, membenarkan adanya peristiwa keributan antar-penghuni kos yang viral di media sosil tersebut. 

Pihak kepolisian dari Polsek Denpasar Timur langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan warga.

Berdasarkan pemeriksaan polisi, kelompok yang melakukan selebrasi diketahui baru saja selesai menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia di kawasan Tukad Badung. 

Begitu tiba di depan kos, mereka yang sudah dalam kondisi terpengaruh alkohol meluapkan kegembiraan secara berlebihan.

Baca juga: Seleksi 4 Jalur SPMB SMP di Denpasar Bali Berakhir, Sisakan Kuota 321 Kursi, Tersebar di 7 Sekolah

Merasa terganggu dengan suara bising di waktu istirahat, sejumlah penghuni kos di seberang gang kemudian keluar dan memberikan teguran.

Namun, teguran tersebut justru disambut dengan emosi.

"Penyebab keributan karena salah paham setelah ditegur, ditambah lagi mereka di bawah pengaruh alkohol," ujar Kasi Humas. 

Cekcok mulut yang awalnya terjadi di antara kedua belah pihak dengan cepat memanas. 

Situasi semakin tidak terkendali hingga berubah menjadi aksi baku pukul dan saling lempar batu di dalam gang. 

Akibat bentrokan tersebut, beberapa orang dari kedua kelompok mengalami luka-luka.

"Kedua belah pihak mengalami luka lecet dan memar di bagian punggung serta siku tangan," jelas Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Keributan baru berhasil mereda setelah warga sekitar bersama pecalang setempat dan Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Denpasar Timur tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk melerai massa. 

Baca juga: 1.755 Pendaftar SPMB SMP di Denpasar Bali Harus Rela Melanjutkan ke Swasta

Mengingat waktu yang sudah memasuki subuh dan demi mencegah eskalasi konflik, petugas kepolisian bersama aparat desa langsung mengambil langkah mediasi di tempat.

"Kedua belah pihak langsung dimediasi oleh petugas Polsek Denpasar Timur bersama pecalang dan aparat desa," tuturnya.

Setelah diberikan pembinaan dan situasi dipastikan kembali kondusif, polisi meminta seluruh penghuni kos yang terlibat untuk membubarkan diri. 

Kedua kelompok yang bertikai akhirnya sepakat untuk menyudahi perselisihan dan kembali ke kamar kos masing-masing dengan tertib.

"Untuk menjaga situasi tetap kondusif, kedua belah pihak diminta pulang ke kamar kos masing-masing," pungkas Iptu I Gede Adi. (*) 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.