Bandung Siap Sambut 29 Delegasi Asia-Afrika di AAF 2026, Hidupkan Kembali Semangat Solidaritas
Seli Andina Miranti July 08, 2026 04:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Semangat persahabatan yang pernah lahir dari Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1955 akan kembali dihidupkan melalui penyelenggaraan Asia Africa Festival (AAF) 2026. 

Tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni dan budaya, festival yang digelar pada 11–12 Juli 2026 ini menjadi ruang diplomasi budaya dengan kehadiran puluhan delegasi dari berbagai negara Asia dan Afrika.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Jawa Barat, Nuzrul Irwan Irawan, mengatakan Asia Africa Festival bukan sekadar agenda hiburan tahunan, tetapi juga menjadi upaya menjaga warisan sejarah Kota Bandung sebagai tempat lahirnya semangat solidaritas bangsa-bangsa Asia dan Afrika.

Baca juga: Persiapan Asia Africa Festival 2026 Capai 90 Persen, Hadirkan Karnaval hingga Asia Africa Market

“Tahun ini ada 29 delegasi dari negara-negara Asia Afrika yang hadir. Selain itu juga ada sister city Bandung, yaitu Hamamatsu dari Jepang dan Petaling Jaya dari Malaysia,” ujar Irwan saat dihubungi Tribun Jabar, Rabu (8/7/2026).

Menurut Irwan, keterlibatan negara-negara sahabat tidak hanya sebatas menghadiri seremoni pembukaan. 

Sejumlah delegasi juga akan ikut memperkenalkan budaya, kuliner, hingga potensi negaranya kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan yang tersebar di kawasan Asia Afrika dan Braga.

“Somalia akan membuka booth yang menampilkan budaya, makanan khas, hingga informasi mengenai potensi wisata dan negaranya. Lalu, Petaling Jaya, Malaysia, juga akan membuka stan serupa yang memperkenalkan kebudayaan, kuliner, serta hubungan persahabatan dengan Kota Bandung sebagai kota kembar,” ucapnya.

Partisipasi internasional juga terlihat dalam rangkaian Asia Africa Carnival. Delegasi dari Fiji dijadwalkan ikut memeriahkan parade budaya yang menjadi agenda utama festival.

Selain mengikuti karnaval di Jalan Asia Afrika, perwakilan Fiji juga akan menjadi pembicara dalam kegiatan talkshow yang berlangsung di Gedung Pusat Kebudayaan (YPK) Jalan Naripan.

Menurut Irwan, keterlibatan negara-negara sahabat menjadi salah satu pembeda penyelenggaraan Asia Africa Festival tahun ini dibandingkan dengan edisi sebelumnya.

“Tahun ini memang ada beberapa tambahan kegiatan dan partisipasi internasional yang membuat festival lebih beragam,” ujarnya.

Sebagai kota yang menjadi saksi lahirnya Konferensi Asia Afrika pada 1955, Bandung dinilai memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga nilai-nilai persahabatan, kesetaraan, dan kerja sama antarbangsa.

Baca juga: Daftar Bintang Tamu Asia Africa Market di Jalan Braga Bandung Akhir Pekan Ini, Nonton Gratis

Selain menghadirkan parade budaya, festival juga diisi berbagai forum diskusi yang mengangkat sejarah dan nilai-nilai Konferensi Asia Afrika.

Salah satunya adalah Seminar Warisan Dunia yang akan digelar di Hotel Savoy Homann pada Jumat (10/7/2026), sehari sebelum pembukaan festival.

“Seminar ini akan menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya menjaga kawasan bersejarah Asia Afrika sebagai warisan dunia sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai kota bersejarah di tingkat internasional,” ucapnya.

Pada malam harinya, Pemerintah Kota Bandung juga akan menggelar welcome dinner bagi seluruh delegasi dan tamu kehormatan di Balai Kota Bandung.

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bandung sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu yang datang dari berbagai negara.

“Memang kegiatan ini belum banyak dipublikasikan karena sifatnya khusus. Wali Kota akan menerima para delegasi dan tamu VIP dalam welcome dinner di Balai Kota,” kata Irwan.

Setelah penyambutan resmi, para delegasi akan mengikuti rangkaian pembukaan Asia Africa Festival pada Sabtu pagi.

Tradisi Solidarity Walk kembali menjadi pembuka kegiatan. Para tamu kehormatan akan berkumpul di Hotel Savoy Homann sebelum berjalan bersama menuju kawasan Gedung Merdeka.

Prosesi tersebut menjadi simbol persatuan dan solidaritas yang selama ini melekat dengan sejarah Konferensi Asia Afrika.

Sejumlah penampil juga dijadwalkan mengisi panggung festival, di antaranya Samba Sunda, Manshur Angklung, My Stylez, Risa Saraswati, serta berbagai kelompok seni lainnya. 

Sementara itu, Irwan menjelaskan, proses penataan stan dan perlengkapan acara di kawasan Braga Pendek mulai dilakukan pada Jumat malam melalui proses loading seluruh kebutuhan festival.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pemerintah Kota Bandung bersama Polrestabes Bandung juga menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup jalan.

“Penutupan mulai diberlakukan pada Sabtu pukul 06.00 WIB, khususnya dari arah Jalan Tamblong menuju Jalan Asia Afrika. Pengaturan lalu lintas dilakukan bersama jajaran Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung, Intelkam, Binmas, serta Polsek Lengkong, Regol, dan Sumur Bandung,” tuturnya.

Pemerintah Kota Bandung berharap penyelenggaraan Asia Africa Festival tahun ini dapat melampaui capaian tahun sebelumnya yang berhasil menarik sekitar 68 ribu pengunjung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.