BANGKAPOS.COM - Kehadiran Ahmadinejad Patahkan Rumor Kematian Mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, mengejutkan publik dengan menghadiri upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kemunculannya dengan pengawalan ketat dan dalam kondisi sehat di tengah kerumunan pelayat langsung mematahkan rumor yang beredar sebelumnya. Ahmadinejad sempat dirumorkan tewas menjadi target serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel, setelah keberadaannya sempat menjadi teka-teki selama beberapa bulan terakhir. Hingga saat ini, baik otoritas Iran maupun Ahmadinejad belum memberikan pernyataan resmi terkait rumor keliru tersebut.
Pesan Tersirat Iran Lewat Ayat Al-Qur'an di Pemakaman Khamenei Prosesi penghormatan terakhir untuk Ayatollah Ali Khamenei di Grand Musala Tehran diwarnai dengan pesan diplomatik yang keras dari pihak Iran. Melalui pemilihan ayat-ayat Al-Qur'an yang dilantunkan, Iran memberikan sambutan berbeda bagi tiap delegasi. Delegasi Arab Saudi disambut dengan ayat yang merujuk pada Perang Badar, sementara delegasi Turki disambut dengan ayat yang menyindir mereka yang memilih tinggal di rumah dibandingkan berjihad. Sebaliknya, perlakuan hangat diberikan kepada kelompok sekutu; delegasi Hizbullah Lebanon disambut dengan ayat tentang kehendak Tuhan dalam perang, dan delegasi Hamas dipuji lewat ayat mengenai ketepatan janji kepada Tuhan.
Ancaman Rudal Anggota Parlemen Iran Terhadap Donald Trump Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat semakin memanas setelah seorang anggota parlemen garis keras Iran, Hamid Rasai, secara terbuka melontarkan ancaman berbahaya terhadap Donald Trump melalui platform media sosial lokal, Virasti. Rasai mendesak agar tempat penginapan Trump selama menghadiri KTT NATO di Turki dijadikan target serangan rudal. Ia menilai keberadaan Trump di negara tetangga Iran tersebut merupakan kesempatan emas untuk melakukan penyerangan. Pernyataan provokatif yang disertai hinaan ini langsung memicu sorotan tajam karena dikhawatirkan dapat memperkeruh hubungan bilateral kedua negara.
Baca juga: Video : Iran Murka Diserang AS di Tengah Pemakaman Khamenei, Pasukan IRGC Ancam Bombardir AS
AS Gempur Wilayah Selatan Iran di Tengah Pemakaman Khamenei Di tengah berlangsungnya prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Komando Pusat Amerika Serikat (Sencom) mengonfirmasi telah meluncurkan serangkaian serangan proyektil dahsyat ke wilayah selatan Iran. Serangan ini menghantam sejumlah titik, termasuk Bandar Abbas dan Pulau Qeshm di sekitar Selat Hormuz, serta area dermaga Tahirwi dan kota pelabuhan Sirik. Sencom menegaskan bahwa agresi militer ini merupakan respons langsung dan bentuk kerugian besar yang harus ditanggung Iran atas aksi ofensif mereka yang menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz sebelumnya. AS menyebut tindakan Iran telah melanggar gencatan senjata secara nyata.
Ledakan Bom Guncang Damaskus Saat Kunjungan Presiden Prancis Sementara itu dari Suriah, kunjungan resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Damaskus mendadak diwarnai teror ledakan besar. Dua alat peledak—satu di tempat sampah dan satu di mobil yang terparkir—meledak di dekat Hotel Four Seasons, tempat Macron dan delegasinya menginap. Sedikitnya 18 orang dilaporkan terluka, termasuk empat anggota kepolisian. Kantor Kepresidenan Prancis memastikan Macron selamat tanpa luka dan tetap melanjutkan agenda pertemuan dengan Presiden Suriah yang baru, Ahmad Al-Sara. Kunjungan Macron ini menjadi sorotan dunia karena ia merupakan pemimpin Uni Eropa pertama yang mengunjungi Damaskus sejak tumbangnya pemerintahan Bashar Al-Assad, meski insiden ini kembali menegaskan bahwa kondisi keamanan Suriah masih sangat rentan. (Sumber : YouTube Bangka Pos Official)