TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SUKMAJAYA - Suasana riang terlihat saat ibu-ibu berkumpul di sebuah rumah di Kelurahan Mekasarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.
Seolah ada beban yang hilang di pundak ibu-ibu tersebut. Bagaimana tidak, biaya pendidikan bisa teratasi.
Bayangan masa depan sang anak dapat lulus pun terpampang jelas di benak.
Baca juga: Kawasan Heritage Depok Lama Perkuat Identitas Kota, Ini Penjelasan Ade Supriyatna
Mereka adalah para ibu yang menerima bantuan pendidikan untuk sekolah dasar.
"Alhamdulillah anak saya dapat bantuan pendidikan dari pemerintah. Saya ucapkan terima kasih. Semoga Pak Ade yang memperjuangkannya mendapat pahala yang sebesar-besarnya. Saya doakan yang terbaik buat Pak Ade," kata Siti (42) warga Mekarsari, Cimanggis, Depok.
Perlu diketahui bahwa PIP untuk SD senilai Rp 450.000. Kemudian SMP sebesar Rp 750.000 dan SMA/SMK senilai Rp 1,8 juta.
Baca juga: Rapat Paripurna DPRD Kota Depok Bahas LKPJ 2025 dan Pokir 2027, Ini Kata Ade Supriyatna
Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna yang hadir dan memberikan bantuan tersebut menyatakan bahwa program ini menjadi salah satu ikhtiar untuk membantu anak-anak kita agar tetap bisa melanjutkan pendidikan dengan baik, tanpa terlalu terbebani oleh kendala biaya.
"Alhamdulillah, saya berkesempatan hadir dalam kegiatan sosialisasi dan Penyerahan SK Penerima Program Indonesia Pintar atau PIP Bang Ade S dan Bang Kholid," kata Ade Supriyatna.
Menurut Ade, program ini diharapkan membuat anak-anak di Kota Depok tidak takut bermimpi tinggi. Tidak takut bermimpi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi.
"Jangan takut bermimpi tinggi. Anak-anak kita harus terus semangat belajar, karena selalu ada jalan bagi mereka yang mau berusaha," ujarnya.
Baca juga: Angkat Budaya Depok, Ade Supriyatna Ikut Senam Paricara Dharma yang Digagas KORMI
Maka dari itu, lanjutnya, ia meminta kepada para orangtua dan pihak sekolah agar data penerima PIP terus dikawal, terutama di DAPODIK.
Tujuannya agar bantuan ini bisa terus berlanjut saat anak naik jenjang ke SMP, SMA, bahkan mudah-mudahan sampai KIP Kuliah.
"Kita kan punta program satu sarjana satu keluarga. Semoga bantuan ini membawa manfaat, meringankan beban keluarga, dan menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik," tutur Ade Supriyatna.