Alasan Iran Baru Makamkan Ali Khamenei setelah 4 Bulan Wafat, Dubes Boroujerdi: Kami Terpaksa
Nathanael MoerRahardian July 08, 2026 03:42 PM

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengungkap alasan eks Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei baru dimakamkan sekarang.

Khamenei sebelumnya gugur akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Februari 2026.

Ditemui di Jakarta pada Selasa (7/7/2026), Boroujerdi menjelaskan bahwa jenazah memang harus segera dimakamkan menurut hukum Islam.

Namun, Iran terpaksa menunda pemakaman Khamenei karena situasi keamanan yang belum kondusif.

"Anda tahu, ketika seseorang wafat atau terbunuh, dalam budaya Islam, kita meyakini bahwa jenazah harus segera dimakamkan secepat mungkin," kata Boroujerdi, dikutip dari Tribunnews pada Rabu (8/7/2026).

Boroujerdi menjelaskan, negaranya mempertimbangkan keselamatan para tamu dan delegasi negara sahabat yang akan menghadiri prosesi pemakaman.

Atas dasar itu, pemerintah Iran lebih dulu menunggu situasi kondusif dan tercapainya kesepakatan gencatan senjata dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

"Jadi, kami terpaksa, kami sebenarnya tidak menginginkannya, tetapi kami terpaksa menundanya hingga setelah gencatan senjata," katanya.

Saat ini, jenazah Khamenei masih berada di Irak untuk menjalani serangkaian prosesi di kota suci Najaf dan Karbala.

Pemakaman akan digelar pada Kamis (9/7/2026) di Mashhad, Iran yang merupakan kampung halamannya.

Delegasi Indonesia yakni Menteri Luar Negeri Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani dijadwalkan hadir.

Namun, Boroujerdi menyebut Iran sedang menunggu waktu yang tepat demi mengonfirmasi kedatangan pejabat RI.

Hal ini karena Iran sudah menutup ruang udara serta sebagian besar delegasi asing sudah pulang ke negara asal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.