TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Memasuki musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali membayangi wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Mengantisipasi terjadinya Karhutla, Polres OKI menggelar sosialisasi penanganan Karhutla yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di Aula SAR Polres OKI, Rabu (8/7/2026).
Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi forum konsolidasi untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi ancaman Karhutla.
"Tujuannya menyamakan persepsi dan menyatukan langkah konkret dalam mencegah serta menangani potensi Karhutla yang dapat terjadi di Kabupaten OKI," kata AKBP Eko.
Baca juga: BMKG Sebut 85 Persen Wilayah Sumsel Sudah Masuk Musim Kemarau, Waspada Kekeringan dan Karhutla
Ia menegaskan dampak Karhutla sangat luas, tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat serta berdampak pada aktivitas ekonomi.
Karena itu, menurutnya, seluruh pihak harus mengesampingkan ego sektoral dan mengedepankan kerja sama dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan.
"Karhutla merupakan persoalan bersama yang harus dihadapi secara terpadu. Pencegahan menjadi langkah paling efektif melalui penguatan koordinasi, deteksi dini, dan respons cepat ketika muncul titik api," tegasnya.
AKBP Eko berharap sinergi lintas sektoral yang telah terbangun dapat semakin memperkuat upaya pencegahan di lapangan sehingga risiko Karhutla di Kabupaten OKI dapat ditekan semaksimal mungkin.
Dalam kegiatan tersebut, Polres OKI juga menghadirkan pakar kehutanan dan kebakaran hutan, Prof. Bambang Hero Saharjo, sebagai narasumber melalui Zoom Meeting.
Dalam paparannya, Prof. Bambang menekankan pentingnya sistem deteksi dini (early warning system) yang akurat serta kolaborasi berkelanjutan antar seluruh pemangku kepentingan sebagai kunci utama mencegah dan menangani Karhutla secara efektif.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com