Ipan Diduga Diseret Buaya Saat Perbaiki Perahu, Ayah Datang Azan di Dermaga Sambil Panggil Nama Anak
Wawan Akuba July 08, 2026 03:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Upaya pencarian terhadap Ipan Nurzaman yang diduga menjadi korban serangan buaya di Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, masih terus dilakukan hingga Rabu (9/7/2026).

Pemuda berusia 26 tahun itu dilaporkan hilang sejak Senin (6/7/2026) saat membantu memperbaiki perahu jukung di kawasan dermaga desa setempat.

Perahu jukung merupakan perahu tradisional bercadik yang banyak digunakan masyarakat pesisir.

 Umumnya terbuat dari kayu dan dilengkapi cadik berbahan bambu di sisi kanan maupun kiri untuk menjaga keseimbangan saat berlayar.

Baca juga: Menteri PU Dody Hanggodo Disorot, Bawa Istri dan Anak ke AS Jelang Final Piala Dunia 2026

Memasuki hari ketiga pencarian, suasana haru menyelimuti lokasi kejadian ketika ayah korban datang ke dermaga tempat putranya terakhir terlihat.

Di hadapan warga dan tim pencari, sang ayah mengumandangkan azan sambil memanggil nama Ipan dengan harapan anaknya kembali muncul ke permukaan sungai.

Momen tersebut membuat warga yang berada di lokasi ikut larut dalam suasana duka.

"Mendengar ayahnya azan dan memanggil nama anaknya, rasanya lirih. Warga juga berkumpul saat bapaknya datang ke dermaga untuk azan di dekat dermaga," ujar seorang warga yang berada di lokasi.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Banyuasin, Polairud, Babinsa, pemerintah desa, serta unsur terkait lainnya masih menyisir aliran sungai untuk mencari keberadaan korban.

Ayah korban juga dikabarkan ingin ikut serta dalam proses pencarian setelah tiba di Desa Teluk Betung pada Selasa (7/7/2026) malam.

Berawal Saat Membantu Memperbaiki Perahu
Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden itu terjadi ketika Ipan bersama tiga rekannya berusaha memperbaiki perahu jukung yang mengalami kerusakan di tepi dermaga.

Awalnya, tiga rekannya lebih dahulu turun ke dalam sungai untuk melakukan perbaikan.

Beberapa saat kemudian, Ipan ikut melompat ke air untuk membantu pekerjaan tersebut.

Namun sesaat setelah masuk ke sungai, korban tiba-tiba menghilang tanpa sempat meminta pertolongan.

Rekan-rekannya langsung berusaha mencari dan memanggil nama korban, tetapi Ipan tidak lagi terlihat di permukaan.

Korban diduga langsung diterkam dan diseret seekor buaya yang berada di sekitar lokasi.

Rekaman CCTV Ungkap Detik-detik Korban Hilang
Peristiwa itu juga terekam kamera pengawas milik warga yang terpasang di sekitar dermaga.

Dalam rekaman berdurasi sekitar satu menit 53 detik, terlihat Ipan menghampiri dua rekannya yang telah berada di dalam sungai untuk memperbaiki perahu.

Tak lama kemudian ia melompat ke air.

Tubuh korban sempat terlihat mengapung di permukaan selama beberapa detik sebelum mendadak menghilang.

Rekan-rekan korban terlihat panik dan langsung berusaha mencari keberadaannya.

Rekaman itu juga memperlihatkan seekor buaya diduga sempat mendekati salah seorang rekan korban sebelum akhirnya menjauh.

Diduga satwa tersebut kemudian berbalik menyerang Ipan sesaat setelah korban masuk ke dalam sungai.

"Saat itu air sedang pasang. Kejadian korban ditarik buaya terekam CCTV yang dipasang warga di dekat dermaga," kata Kepala Desa Teluk Betung, Muhammad Ali.

Polisi: Tidak Ada Unsur Tindak Pidana
Direktur Polairud Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Heru Agung Nugroho mengatakan hasil penyelidikan awal menunjukkan tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Menurutnya, kejadian itu diduga merupakan musibah akibat serangan satwa liar di habitat alaminya.

"Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa tersebut diduga merupakan musibah akibat serangan satwa liar di habitat alaminya. Hingga saat ini tidak ditemukan adanya indikasi tindak pidana dalam kejadian tersebut," ujarnya.

Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan dengan mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi, termasuk perahu jukung yang sebelumnya sedang diperbaiki korban bersama rekan-rekannya.

Hingga kini, tim gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap Ipan Nurzaman di sepanjang aliran sungai sekitar Desa Teluk Betung.
 
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.