Antre Solar Berjam-jam di Padang, Sopir Alkes Rumah Sakit Telat Kirim Barang hingga Kena Marah
Rezi Azwar July 08, 2026 03:47 PM

 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Antrean panjang pengisian BBM Biosolar di Kota Padang kian berdampak pada sektor pelayanan publik. Afrizal, seorang sopir pengangkut alat kesehatan (alkes) untuk rumah sakit, mengaku kerap terlambat mengantarkan barang medis ke tempat tujuan akibat tertahan berjam-jam di SPBU.

Saat ditemui TribunPadang.com di SPBU 14.251.583 Khatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Afrizal mengaku dirinya sudah tertahan di dalam antrean selama satu jam lebih, dan posisinya masih jauh dari dispenser pengisian.

Pantauan di lokasi, deretan kendaraan besar hingga truk ekspedisi tampak mengular panjang keluar dari area SPBU hingga memakan sebagian bahu jalan utama.

Kondisi antrean yang mengular parah ini memaksa para sopir untuk menghabiskan waktu hingga berjam-jam hanya demi mendapatkan beberapa liter Biosolar.

Baca juga: Imbas Antrean Biosolar di Padang, Pemotor Keluhkan Ruang Sempit Saat Isi Pertalite

Terjebak dalam rutinitas menjemukan inilah yang kemudian menjadi pemicu utama keterlambatan pengantaran.

"Saya sudah antre di sini selama satu jam lebih dan belum juga dapat. Kurang lebih sejak pukul 09.30 WIB mulai mengantre," kata Afrizal, Rabu (8/7/2026) sekira pukul 11.09 WIB.

Ia mengaku datang dari Marapalam dengan tujuan Solok untuk membawa alat-alat kesehatan.

Bukan hanya sekali, Afrizal merasakan sulitnya untuk mendapatkan Biosolar sudah dirasakan beberapa bulan terakhir.

Saat datang ke SPBU untuk mengisi BBM, dirinya selalu harus mengantre hingga berjam-jam.

Baca juga: Harga Perak Anjlok Rp50 Ribu, Pedagang Pasar Raya Padang Sebut Jualan Tak Lagi Cukup Biayai Hidup

Kondisi itu tidak hanya diraskaan oleh dirinya seorang, pengendara lainnya juga mengeluhkan hal yang sama.

Hal itu dikarenakan antrean pembelian Biosolar tidak hanya terjadi di SPBU Khatib Sulaiman, namun juga terjadi di SPBU lainnya di Padang.

"Harus selalu antre, tapi kita tetap sabar, kalau tidak, tak bisa sampai ke Solok," ujarnya.

Dengan kondisi itu, keterlambatan mengantarkan barang tak bisa terelakkan, bahkan atasannya sering marah dan menasehati.

Namun Afrizal mengatakan sudah menyampaikan permasalahan saat mengisi BBM biosolar di lapangan.

"Marah ya marah, tapi sudah saya sampaikan kalau antrean mengisi solar selalu panjang, begini adanya, alhamdulillah atasan paham," tuturnya.

Keluhan Pengguna Pertalite

ANTREAN BIOSOLAR- Penampakan kendaraan yang memutar balik untuk masuk antrean di SPBU 14.251.583 Khatib Sulaiman, Kota Padang, Rabu (8/7/2026). Pengendara mengaku terganggu akibat ramai dan mepetnya kendaraan antre mengisi Biosolar.
ANTREAN BIOSOLAR- Penampakan kendaraan yang memutar balik untuk masuk antrean di SPBU 14.251.583 Khatib Sulaiman, Kota Padang, Rabu (8/7/2026). Pengendara mengaku terganggu akibat ramai dan mepetnya kendaraan antre mengisi Biosolar. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Akibat kepadatan kendaraan saat mengantre bahan bakar minyak (BBM) Biosolar di SPBU 14.251.583 Khatib Sulaiman, slot pengisian pertalite untuk sepeda motor tidak memiliki cukup ruang.

Hal ini dikeluhkan oleh sejumlah pengendara sepeda motor yang mengantre pertalite, akibat akses masuk kawasan SPBU menjadi sempit.

SPBU ini berada di kawasan jalan utama dan pusat bisnis Kota Padang, tepatnya di Kecamatan Padang Utara.

Pantauan TribunPadang.com di lapangan sejak pukul 09.28 WIB hingga pukul 12.31 WIB, masih terdapat antrean panjang kendaraan yang sedang melakukan pengisian Biosolar.

Baca juga: Keluar Masuk Mobil karena Gerah, Sopir di Padang Tetap Berjuang Antre Biosolar Berjam-jam

Kendaraan antre satu jalur di bagian jalan, sedangkan di dalam kawasan, membentuk dua jalur. 

Antrean minibus lainnya juga terpantau di pengisian Pertamax, sehingga di bagian dalam SPBU jadi menumpuk.

Di sisi lain, ruang untuk antrean pengisian Pertalite bagi pengendara sepeda motor tampak sempit.

Hal itu membuat pemotor harus berputar untuk masuk ke dalam antrean pengisian Pertalite.

Baca juga: Cuaca Padang Rabu 8 Juli 2026 Cerah Berawan, BMKG: Dini Hari Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

Sebagian pemotor lainnya ada yang memaksakan untuk masuk, namun terlihat pelan karena menghindari benturan dari truk yang sedang antre Biosolar.

Salah satu pengendara, Egi mengaku terganggu akibat antrean kendaraan yang terlalu padat di dalam kawasan SPBU Khatib Sulaiman.

Kata dia, kendaraan terlalu ramai dan mepet ke bagian antrean BBM pertalite khusus sepeda motor.

"Sangat terganggu, karena terlalu sempit, saya sulit masuk ke antrean," ucap Egi sembari mendorong motornya.

Sedangkan pengendara lainnya bernama Nando, mengaku tidak terlalu terdampak akibat banyaknya kendaraan mengantre Biosolar di SPBU Khatib Sulaiman.

Meski harus memutar kendaraannya, Nando menyebut kondisi antrean BBM tersebut memang lumrah terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa bulan terakhir.

"Tidak terlalu terganggu, meski saya harus memutar kendaraan. Sebab, kondisinya memang seperti itu saat ini, bagaimana lagi," ucapnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.