Relawan Ngaku Intel Polsek Semarang Barat Hajar Pelajar SMA Negeri di Semarang
muh radlis July 08, 2026 03:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Seorang pelajar SMA Negeri di Kota Semarang berinisial IHP diduga menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan oleh tiga orang tak dikenal di kawasan Jalan Puspowarno V, Kecamatan Semarang Barat.


Kasus tersebut kini telah diadukan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Semarang melalui pendampingan Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (Badko LPQ) Kota Semarang.


Korban yang masih berstatus anak di bawah umur diwakili ibu kandungnya, Hindrawati, saat membuat laporan. Mereka didampingi tim kuasa hukum yang dipimpin Joko Susanto.


Joko Susanto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan penyidik untuk mendorong penanganan perkara tersebut.


"Kami sudah berkoordinasi dengan penyidik agar kasus ini pada selasa lalu agar segera diproses.

Informasinya, pemeriksaan saksi-saksi akan dimulai pada Jumat," ujarnya kepada Tribunjateng, Rabu (8/7/2026).

Baca juga: Bus Pelangi Hantam Belakang Truk di Tol, 2 Penumpang Tewas, Ini Daftar Lengkap Korbannya


"Korban masih anak di bawah umur dan merupakan pelajar SMA Negeri di Kota Semarang, sehingga harus ditangani secara serius," tambahnya.


Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (4/7/2026) dini hari. 


Saat itu, IHP disebut baru saja mengantar temannya pulang. Dalam perjalanan, korban dipepet tiga orang yang diduga mengira dirinya terlibat balap liar


Menurut kuasa hukum, korban kemudian dipukul dan diinterogasi.


Joko mengungkapkan, salah seorang terduga pelaku mengaku sebagai anggota intelijen Polsek. Setelah itu, korban disebut dibawa ke Polsek Semarang Barat.


"Klien kami dibawa ke Polsek Semarang Barat. Di sana justru diinterogasi terlebih dahulu sebelum akhirnya dipulangkan," katanya.


Sementara itu, kuasa hukum korban lainnya, Yanuar Habib, menyebut hasil penelusuran pihaknya menunjukkan bahwa pria yang mengaku sebagai anggota kepolisian tersebut diduga bukan anggota Polri, melainkan relawan.


"Kami sudah menyerahkan foto salah satu terduga pelaku kepada penyidik Reskrim PPA Polrestabes Semarang sebagai bahan penyelidikan," ujarnya.


Menurut Yanuar, pihaknya memberikan pendampingan hukum karena korban merupakan alumni santri taman pendidikan Al-Qur'an, sedangkan ibu korban merupakan anggota Badko LPQ Kota Semarang.


Selain meminta kasus dugaan penganiayaan diproses secara hukum, tim kuasa hukum juga meminta dugaan keterlibatan oknum di Polsek Semarang Barat turut diperiksa melalui mekanisme pengawasan internal.


Sementara itu, Kasat Reskrim PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Srinitri membenarkan laporan tersebut telah diterima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan.


"Masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman. Aduannya sudah masuk," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (8/7/2026).


Ia juga menyebut penyidik telah memperoleh identitas pihak yang diduga terlibat berdasarkan hasil penyelidikan awal. 


Namun, kepolisian masih akan memeriksa korban dan saksi-saksi untuk melengkapi proses penyelidikan.


Terkait dugaan adanya pelaku yang mengaku sebagai anggota kepolisian, Ni Made belum memberikan penjelasan lebih lanjut karena masih menunggu hasil penyelidikan. (Rad)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.