TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, tak menyembunyikan perasaan yang sedang ia rasakan saat mendampingi timnya melalui masa-masa krusial berhadapan dengan Argentina.
Sebagaimana diketahui, pertandingan Argentina dan Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Selasa (7/7/2026) malam, WIB, berlangsung ketat dan penuh drama.
Mesir yang sempat unggul 0-2 dari Argentina hingga menit ke-78, malah harus pulang terlebih dahulu lantaran kalah di akhir laga dengan skor 3-2.
Namun, kekalahan tersebut dipandang tak datang dengan cara yang adil di benak Hossam Hassan.
Pelatih berkepala plontos itu bahkan beberapa kali membuat gestur huruf X dengan menyilangkan lengannya.
Ia sangat sering melakukan itu hingga akhirnya wasit yang bertugas, Francois Letexier, memberikan kartu kuning kepada sang pelatih.
"Pemain yang dibawa Mesir adalah pemain yang cukup senior ya, dengan pelatihnya sekarang (Hossam Hassan) yang cukup patriotisme dan membawa tim tampil lebih prima," terang Gigih, seorang football enthusiast, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Baca juga: Arti Selebrasi Emosional Lionel Messi usai Bawa Argentina Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Lantas, apa maksud Hossam Hassan melakukan gestur tersebut berulang kali dalam laga tersebut?
Rupanya membentuk tanda X, sebagaimana yang dilakukan Hassan, mulai lekat dengan dunia sepak bola.
FIFA sebagai organisasi sepak bola dunia mulai memperkenalkan gestur itu secara resmi pada Mei 2024 lalu.
Dalam situs resmi mereka, FIFA memperkenalkan gestur X itu sebagai indikasi adanya tindakan rasisme atau diskriminasi yang terjadi di lapangan atau area pertandingan.
Wasit berhak melakukan gestur tersebut saat mengetahui adanya tindakan tersebut dilakukan oleh pemain, suporter, atau siapa pun yang ada di dalam situasi tersebut.
"Secara bulat, aksi Global Stands Against Racism disetujui 211 anggota FIFA dalam Kongres ke-74 pada Mei 2024, untuk mengakhiri rasisme di dunia sepak bola," terang FIFA dalam situsnya.
Sebagai bentuk kapanye masif, FIFA menggandeng 16 eks pesepak bola pria dan wanita sebagai model kampanye ini.
Mereka kompak membuat gestur menyilangkan lengan dengan membentuk huruf X.
Pesepak bola tersohor, seperti Didier Drogba, Mikel Silvestre, George Weah, hingga Sun Jihai kompak bersatu dalam kampanye tersebut.
Barangkali pelatih Hossam Hassan ingin melakukan protes terkait kejadian di 15 menit terakhir antara Mesir dan Argentina.
Ia kemungkinan melihat banyak keputusan atau kejadian yang merugikan Mesir dan sebaliknya, menguntungkan Argentina.
"Saya mengatakan kepada wasit bahwa apa yang terjadi di lapangan tadi bukanlah pertandingan yang adil," kata Hassan dikutip dari The Athletic.
"Itu adalah kemenangan yang tidak pantas didapatkan Argentina."
"Saat saya kembali ke negara saya, saya tidak akan menyaksikan Piala Dunia ini lagi."
"Saya merasa benar-benar ada ketidakadilan di ajang ini," paparnya.
Pada akhirnya, protes Hossam Hassan tak berimbas apapun, kecuali kepada dirinya sendiri.
Ia malah mendapatkan kartu kuning dari wasit yang bertugas.
Meski demikian, Mesir harus keluar dari Piala Dunia 2026 dengan kepala tegak lantaran sudah melakukan yang terbaik dan membuat Argentina kelimpungan.
(Tribunnews.com/Guruh)