Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Mengenakan baju berwarna merah muda, Fauziah (34) tampak cekatan membentuk bulatan-bulatan adonan pempek di kedua telapak tangannya.
Baca juga: Perjalanan Santi Bangun Bisnis Pempek Frozen, dari Reseller hingga Tembus Luar Negeri
Sesaat kemudian, adonan yang telah dibentuk menjadi pempek adaan itu satu per satu dimasukkan ke dalam wajan berisi minyak panas.
Aroma gurih ikan yang berpadu dengan suara gemericik minyak memenuhi ruangan di rumah produksi Pempek AZ, di Perumahan Persada Asri, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung.
Siapa sangka, hobi membuat pempek untuk keluarga dan teman justru menjadi jalan rezeki bagi Fauziah (34), pemilik Pempek dan Tekwan AZ.
Fauziah mengaku awalnya belajar membuat pempek dari tetangganya. Namun, resep yang menggunakan biang dan tepung terigu dirasa cukup rumit dan hasilnya belum sesuai harapan.
"Saya akhirnya coba cari resep di TikTok. Ketemu resep pempek tanpa biang dan tanpa tepung terigu, jadi full pakai sagu. Setelah dicoba ternyata cocok, teksturnya lebih kenyal dan lembut," ujarnya sambil menuangkan cuka ke pempek kapal selam yang ia sajikan di meja, Rabu (8/7/2026).
“Awalnya saya buat pempek hanya untuk keluarga dan teman suami yang datang ke rumah. Setelah mereka cobain, mereka suruh saya untuk jualan,” ungkap ibu dua anak tersebut.
Pempek buatannya kemudian dicicipi oleh keluarga dan teman-teman sang suami. Respons positif terus berdatangan hingga banyak yang menyarankan agar pempek tersebut dijual.
"Awalnya cuma dijual ke keluarga. Lama-lama menyebar ke teman-teman, terus ada pesanan dari luar kota sampai akhirnya kirim ke Malang, Tangerang, bahkan Bali," katanya.
Yang menjadi ciri khas Pempek AZ adalah penggunaan sagu murni tanpa campuran tepung terigu.
Menurut Fauziah, hal tersebut membuat tekstur pempek lebih kenyal, lembut, sekaligus menjadi pilihan bagi konsumen yang menghindari gluten.
"Kalau pakai tepung terigu biasanya lebih keras. Kalau full sagu hasilnya lebih lembut. Banyak juga pelanggan yang memang mencari pempek tanpa terigu," jelasnya.
Saat ini Pempek AZ menghadirkan berbagai pilihan menu, mulai dari pempek telur, pempek keju lumer, lenjer, adaan, kulit, lenggang, tekwan, selam, sutra, hingga lenjer besar.
“Untuk varian yang paling best seller yaitu pempek keju lumer dan kapal selam,” tutur ibu lulusan Bimbingan Konseling yang kini banting setir berdagang pempek.
Untuk harga pun cukup terjangkau. Pempek kecil dijual mulai Rp2.000 per buah, sedangkan tekwan dan pempek selam dibanderol Rp15.000 per porsi.
Fauziah rutin berjualan di kawasan Gatot Subroto di Taman UMKM Bung Karno pada Sabtu Minggu pukul 06.00-10.00 WIB, sementara di hari lainnya ia melayani pesanan secara online dari rumah.
Dalam sekali produksi, ia mengolah sekitar 2,5 kilogram ikan ekor kuning super, belum termasuk tambahan sagu.
"Saya pilih ikan ekor kuning karena rasanya enak dan lebih ekonomis. Kalau pakai tenggiri, harga jual Rp2.000 per buah tidak akan masuk," tuturnya.
Setiap kali berjualan di Gatsu, sekitar 200 hingga 300 buah pempek mampu terjual habis. Omzet yang diperoleh pun berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta dalam sekali berjualan.
Meski harga sagu mengalami kenaikan, Fauziah memilih untuk tidak menaikkan harga jual produknya.
"Kerasa sih dampaknya, tapi ya namanya usaha. Untung sedikit yang penting tetap jalan dan pelanggan tetap bisa menikmati pempek dengan harga terjangkau," katanya.
Di balik perkembangan usahanya, Fauziah mengaku harus pandai membagi waktu sebagai ibu dari anak-anak yang masih kecil.
Saat mengikuti bazar atau berjualan hingga malam hari, ia terkadang harus meninggalkan anak-anak di rumah.
"Yang paling berat itu membagi waktu sama anak. Tapi saya anggap ini bagian dari proses. Alhamdulillah dijalani saja," ungkapnya.
Ke depan, Fauziah berencana terus berinovasi dengan menghadirkan menu baru seperti otak-otak, pempek isi pepaya muda dan pempek dengan isian lainnya.
Meski demikian, ia tetap mempertahankan harga jual yang ramah di kantong.
"Saya sebenarnya bisa saja menaikkan harga, tapi kasihan pelanggan. Yang penting usaha tetap jalan, pelanggan senang, dan rezeki terus mengalir," pungkasnya ibu dua anak tersebut.
(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)