Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Tahun anggaran 2026 membawa tantangan berat bagi isi dompet daerah Kabupaten Bogor.
Menanggapi tekanan fiskal yang kian nyata, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, langsung mengambil langkah tegas.
Ia 'menyentil' seluruh aparatur pemerintah untuk segera mengaktifkan sense of crisis alias kepekaan terhadap situasi krisis.
Baca juga: Sukses Tekan Pengangguran dan Perkuat UMKM, Kabupaten Bogor Sabet Penghargaan Warta Kota Awards 2026
Ajat blak-blakan menyebut bahwa kondisi keuangan daerah ke depan diproyeksikan bakal jauh lebih menantang ketimbang tahun lalu.
Oleh karena itu, sikap waspada, adaptif, dan super efisien menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.
"Dalam kondisi seperti ini, kita perlu memiliki sense of crisis. Tujuannya jelas, agar setiap kebijakan dan penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran, efisien, dan tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," kata Ajat, Rabu (8/7/2026).
Sekda meminta seluruh rumah sakit daerah di Kabupaten Bogor untuk melakukan penyesuaian strategi kerja.
Kuncinya, Ajat menekankan, tata kelola harus super efisien, kualitas layanan wajib tetap optimal, dan coret semua beban pembiayaan yang tidak produktif.
Menghadapi ruang fiskal yang sempit, Pemkab Bogor tidak tinggal diam. Dua strategi utama langsung digeber untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pemerintah Kabupaten Bogor akan memaksimalkan potensi komersial dari aset-aset daerah seperti videotron, taman, hingga billboard.
Sektor perpajakan akan diperkuat lewat pendataan dan penataan perizinan villa di kawasan wisata Puncak secara lebih tertib, tegas, dan terukur.
Meski ikat pinggang harus ditarik kencang, Sekda Ajat menggaransi bahwa pelayanan publik tidak boleh kendor, apalagi terhenti.
Program-program mendasar seperti penataan lingkungan, kebersihan kawasan, hingga normalisasi saluran air dipastikan tetap berjalan.
Pemkab Bogor akan mengandalkan kekuatan gotong royong dan kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara camat, kepala desa, perangkat daerah, hingga masyarakat kini menjadi bahan bakar utama pembangunan.
Salah satu bukti nyata dari kerja bareng ini adalah penataan kawasan jalur Cijayanti-Bojong Koneng yang saat ini tengah dikebut untuk dipersiapkan sebagai salah satu estetika Kabupaten Bogor.
Melalui komitmen ini, Pemkab Bogor ingin membuktikan bahwa di tengah badai tantangan fiskal sekalipun, integritas, akuntabilitas, dan pelayanan terbaik untuk masyarakat akan tetap berdiri tegak. (m38)