158 Gapoktan di Seluma Terima Kucuran Dana Rp16,54 Miliar dari Kementan
Hendrik Budiman July 08, 2026 06:54 PM

 

 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Upaya Pemerintah Kabupaten Seluma memburu program pembangunan dari pemerintah pusat mulai membuahkan hasil.

 Pada tahun anggaran 2026, Kabupaten Seluma berhasil memperoleh alokasi program sektor pertanian senilai Rp16,54 miliar yang bersumber dari Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) serta Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI.

Program tersebut akan dinikmati oleh 158 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Seluma melalui berbagai kegiatan pembangunan sarana dan prasarana pertanian.

Keberhasilan memperoleh anggaran tersebut merupakan hasil koordinasi intensif Bupati Seluma Teddy Rahman bersama Dinas Pertanian dengan Kementerian Pertanian RI dalam beberapa bulan terakhir.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial, mengatakan seluruh program yang telah dialokasikan untuk Kabupaten Seluma saat ini mulai memasuki tahap pelaksanaan.

Sebagian kegiatan telah memasuki tahap kontrak, sementara beberapa paket lainnya sudah memasuki proses konstruksi di lapangan.

"Program sudah berjalan. Ada yang sedang berkontrak, ada juga yang sudah mulai konstruksi. Tinggal menunggu proses transfer dana dari Kementerian Pertanian ke rekening kelompok tani penerima," jelas Arian Sosial dikonfirmasi Tribunbengkulu.com Rabu siang (8/7/2026). 

Program terbesar yang diterima Kabupaten Seluma tahun ini adalah pembangunan 30 paket irigasi perpompaan.

Program ini memanfaatkan sumber air bawah tanah yang dipompa menuju bak penampungan sebelum dialirkan ke areal persawahan, sehingga diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dan mengurangi ketergantungan petani terhadap curah hujan.

Aecara nasional kuota program irigasi perpompaan ada 50 paket.

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Seluma memperoleh 30 paket atau hampir 60 persen dari total kuota, sehingga menjadi salah satu daerah penerima terbanyak di Indonesia.

"Ini merupakan capaian yang sangat baik karena tidak semua daerah mendapatkan alokasi sebanyak Kabupaten Seluma," ujarnya.

Selain itu lanjut Arian, Kabupaten Seluma juga memperoleh 15 paket irigasi perpipaan yang saat ini sedang berproses kontrak.

Baca juga: Distribusi Pupuk Subsidi Bengkulu Dipercepat, Kios Wajib Patuhi HET dan Laporkan Stok

Program tersebut memanfaatkan sumber air permukaan seperti sungai kecil yang dialirkan menuju lahan pertanian menggunakan jaringan pipa berdiameter empat hingga enam inci.

Arian mengatakan seluruh lokasi penerima bantuan ditetapkan berdasarkan usulan kelompok tani yang telah melalui proses verifikasi teknis sesuai ketentuan Kementerian Pertanian.

"Penetapan lokasi dilakukan berdasarkan usulan kelompok tani yang kemudian diverifikasi oleh tim teknis. Dinas Pertanian hanya menetapkan spesifikasi teknis sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Pertanian," jelasnya.

Selain pembangunan ujar Kadistan, sistem irigasi, Kabupaten Seluma juga menerima 16 paket pembangunan embung atau dam parit sebagai upaya meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian pada musim kemarau.

Di sektor infrastruktur pertanian, Kabupaten Seluma menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi Bengkulu yang memperoleh bantuan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) pada tahun 2026.

Program ini akan dibangun pada empat kelompok tani yang berada di wilayah Kecamatan Sukaraja, Talang Semut, dan Talo.

Sementara untuk jalan usaha tani akan dibangun menggunakan konstruksi rabat beton dengan lebar 1,5 meter dan panjang minimal 400 meter sesuai petunjuk teknis Kementerian Pertanian.

Keberadaan jalan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas petani menuju lahan pertanian sekaligus mempercepat distribusi hasil panen.

Tidak hanya itu, Kabupaten Seluma juga memperoleh lima paket Rumah Pengelolaan Pupuk Organik (RPPO) untuk mendukung peningkatan penggunaan pupuk organik oleh petani.

Selain pembangunan fisik RPPO, sebanyak 20 kelompok tani juga telah memasuki tahap konstruksi pembangunan fasilitas pengelolaan pupuk organik.

Sementara melalui Program Optimalisasi Lahan Non Rawa, pemerintah pusat mengalokasikan 68 paket kegiatan berupa pembangunan dan perbaikan saluran irigasi atau siring yang bertujuan meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

Arian berharap seluruh program yang telah dikontrak dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan para petani di Kabupaten Seluma.

Menurutnya, dukungan sarana dan prasarana pertanian yang semakin lengkap akan berdampak terhadap peningkatan produksi pangan, efisiensi biaya usaha tani, serta kesejahteraan petani.

"Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus membawa dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Seluma," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.