Sumbang 70 Persen Ekspor DIY, Bupati Bantul Sebut Bangunjiwo Jadi Lokus Ekonomi Kreatif
Joko Widiyarso July 08, 2026 08:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyebut, Kapanewon Kasihan termasuk Kalurahan Bangunjiwo menjadi pusat atau lokus ekonomi kreatif terkemuka di Bumi Projotamansari

"Aktivitas ekonomi kreatif yang ada di Bangunjiwo ini telah menjadi kebanggaan Kabupaten Bantul. Maka ini perlu dirawat dan dikuatkan," katanya, saat mengunjungi Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, saat ini sudah banyak orang yang mengenal Bantul salah satunya dari segi craft maupun kriya. Sektor inilah yang kemudian menjadi bagian tulang punggung perekonomian daerah.

"Kriya yang paling terkenal tidak hanya di Bantul, tetapi DI Yogyakarta adalah kriya yang dibuat oleh masyarakat Kasongan berupa gerabah," ucap Halim.

Pihaknya pun merasa senang gerabah kini kian meningkat menjadi gerabah modern maupun gerabah estetika. Di mana, gerabah tersebut tidak hanya untuk kepentingan utilitas pragmatis.

Artinya, produk yang dijual bukan lagi berupa gentong maupun genteng, melainkan menjadi produk home decor hingga barang-barang dengan fungsi estetika, sehingga harganya mahal dan diekspor.

"Menurut Badan Pusat Statistik, 70 persen ekspor DIY itu berasal dari Bantul. 30 persen dibagi dari Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo, dan Gunungkidul," ujar Halim.

Dengan demikian, Bantul dapat dinilai menjadi kota internasional atau kota yang memiliki relasi internasional. Namun, Bantul juga rawan terhadap perubahan geopolitik internasional.

Pasalnya, saat terjadi perang salah satunya di Timur Tengah dapat berpotensi menurunkan ekspor produk gerabah dari Bumi Projotamansari.

"Sehingga, Bantul ini memiliki tingkat elastisitas politik yang sangat tinggi karena perubahan geopolitik internasional," tutup dia. (nei)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.