Kylian Mbappe mencetak satu-satunya gol untuk Prancis dalam kemenangan 1-0 melawan Paraguay.
Kylian Mbappe memberikan tanggapan elegan terhadap pernyataan kasar yang ditujukan kepadanya oleh seorang politisi asal Paraguay.
Pemain asal Prancis itu, yang dikenal sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia, mencetak satu-satunya gol timnya dalam kemenangan 1-0 atas Paraguay.
Gol tersebut datang melalui titik penalti, mengantarkan Prancis ke babak perempat final di mana mereka akan menghadapi Maroko. Namun, setelah kemenangan tersebut, Mbappe terpaksa menanggapi pernyataan bernada kebencian yang dilontarkan oleh seorang politisi Paraguay.
Mbappe mencetak gol ke-19 sepanjang kariernya di Piala Dunia saat melawan Paraguay, dan seharusnya bisa menambah gol ke-20 andai tidak ada penyelamatan ganda luar biasa dari kiper lawan, Orlando Gill.
Politisi asal Paraguay, Madame Celeste Amarilla, menulis pernyataan menyinggung tentang Mbappe di media sosial, menyebut sang legenda Prancis sebagai "orang Kamerun yang terjajah yang berusaha keras untuk terlihat seperti orang Prancis."
Politisi tersebut juga menyebut Mbappe sebagai "orang kasar yang belum belajar menulis," yang kemudian memancing tanggapan langsung dari bintang Prancis itu.
Mbappe menjawab: "Anda adalah wanita yang memalukan dan tidak layak atas jabatan Anda. Anda tidak mewakili Paraguay."
Ia menambahkan: "Melalui tindakan Anda yang penuh kebencian, seluruh dunia kini melupakan perjuangan dan pencapaian bersejarah yang telah dilakukan para pemain Anda."
"Anda adalah wanita yang tidak kompeten yang memberikan citra terburuk bagi negaranya," lanjut Mbappe.
"Saya tidak akan pernah membiarkan orang seperti dia bebas menyebarkan kebencian dan diskriminasi di seluruh dunia," tutupnya.
Pernyataan Amarilla dikutuk keras oleh Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) yang menyebut komentar tersebut "benar-benar menjijikkan dan tidak dapat diterima," serta mengumumkan niat mereka untuk menempuh jalur hukum terhadap politisi tersebut.
"Pernyataan ini bersifat kriminal dan tercela. Mereka harus dituntut, baik di sini maupun di tempat lain," kata FFF dalam pernyataannya.
FFF menegaskan bahwa kasus ini telah dilaporkan kepada kantor kejaksaan umum untuk diproses secara hukum.
Amarilla, yang merupakan senator dari Partai Liberal Radikal Paraguay, menanggapi ancaman tuntutan hukum tersebut dalam konferensi pers pagi ini.
Politisi itu mengatakan bahwa dirinya juga dapat mengajukan tuntutan terhadap FFF, sambil memperingatkan federasi tersebut untuk "tidak meremehkannya."