TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Nasib miris menimpa warga Kampung Cilampahan, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Seorang warga dikabarkan meninggal dunia saat hendak dilarikan ke pusat kesehatan.
Warga tersebut bernama Dede Trisno (27 tahun).
Dia dikabarkan tengah dalam kondisi sakit dan hendak dibawa ke pusat kesehatan.
Namun, nahas, dia tak sempat mendapatkan pertolongan dan meninggal dunia dalam perjalanan.
Akses perjalanan dari kediamannya menuju puskesmas dalam keadaan rusak dan tak bisa terburu-buru.
Dera Purnama (37 tahun), tetangga korban, membenarkan adanya kejadian warga Kampung Cilampahan, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, yang meninggal dunia di perjalanan dan tak sempat mendapatkan pertolongan medis.
Kejadian itu terjadi pada Senin (6/7/2026) malam.
"Almarhum memang sakitnya sudah lama. Dia sakitnya sakit paru-paru, gejala paru-paru atau apa itulah. Pas waktu kemarin itu kumat, terus sama saudaranya mau dibawa pakai motor, tetapi saat di perjalanan keburu meninggal," kata Dede dalam keterangannya saat dihubungi Kompas.com via sambungan telepon, Rabu (8/6/2026) siang.
Baca juga: Gara-gara Jalan Rusak, Warga di Sukabumi Meninggal Saat Dalam Perjalanan ke Puskesmas
Dera menjelaskan bahwa saat itu Dede hendak dibawa menuju puskesmas bersama ibu dan saudaranya.
Dede dibawa menggunakan sepeda motor sebab kendaraan roda empat atau ambulans tak bisa masuk ke kampungnya.
Selain itu, Dera merinci bahwa kisaran perjalanan dari kampungnya menuju puskesmas itu berjarak 20 kilometer dengan akses jalan yang rusak.
"Akses jalan menuju ke kampung kami itu kan enggak bisa masuk ambulans, jadi terpaksa dibawa pakai motor bertiga, yang sakit di tengah. Itu kalau jalannya kering tidak hujan bisa ditempuh 1 jam, kalau lagi hujan dan licin bisa dua jam setengah," ujar Dede.
Masih kata Dede, peristiwa meninggalnya warga di perjalanan saat hendak dibawa ke fasilitas kesehatan itu tak hanya sekali.
Kejadian serupa juga pernah terjadi pada tahun 2024 dan 2025.
Dede juga menyayangkan akses jalan yang rusak sebab memperlambat warga mendapatkan pertolongan jika harus ditangani.
"Sebelumnya juga pernah terjadi warga yang meninggal di perjalanan saat hendak dibawa ke fasilitas kesehatan, kalau tidak salah tahun 2024 dan 2025 itu waktu Lebaran juga," ucap Dede.
"Harapannya enggak muluk-muluk, saya ingin akses jalan yang layak itu yang utama. Jadi supaya mudah kalau bawa warga ke rumah sakit kalau ingin berobat," tutur Dede.
Sumber: Kompas.com