Telur orak-arik bisa dibuat dengan mudah dan dikreasikan dengan berbagai bahan lezat. Namun, ternyata makanan ekonomis ini bisa bernilai fantastis di restoran.
Sebuah restoran di Shanghai, China, menarik perhatian di media sosial. Ini karena sajian telur orak-arik yang harganya begitu fantastis.
Olahan telur yang simpel itu ditawarkan dengan harga mahal di restoran Jinlong Dabianlu. Lokasinya ada di distrik Hongkou, Shanghai, China, seperti dikutip dari South China Morning Post (6/7/2026).
Telur orak-arik yang ekonomis berubah menjadi hidangan mewah dengan harga 520 Yuan (Rp 1,3 jutaan). Tentu saja harga tersebut puluhan kali lebih mahal daripada hidangan serupa di restoran lain.
Menu telur orak-arik itu langsung mencuri perhatian banyak vlogger. Mereka banyak yang mengunjungi restoran itu untuk mencoba sajian telur orak-arik tersebut.
Menurut beberapa video yang viral di media sosial, chef dari restoran Jinlong Dabianlu ini bukan menggunakan telur ayam atau bebek, melainkan telur emu. Telur emu berukuran cukup besar dan cangkangnya berwarna hijau tua.
Untuk memecahkan telur emu juga cukup sulit, tak bisa dipecahkan seperti biasa, tapi harus menggunakan palu kecil. Telur itu langsung dipecahkan di hadapan pelanggan, lalu dipindahkan ke gelas.
Tak hanya telurnya yang unik, tapi restoran ini juga menggunakan tomat varietas premium yang terkenal sangat juicy. Adalah tomat Provence yang populer sekali di China, tapi aslinya berasal dari Belanda.
Sajian telur orak-arik masak tomat ala China ini hanya ditawarkan 1 porsi setiap hari. "Hidangan ini biasanya disajikan kepada pelanggan yang telah memesan terlebih dahulu. Jadi harganya tidak ditentukan berdasarkan logika bisnis biasa untuk tumis tomat dan telur orak-arik," kata chef dari restoran Jinlong Dabianlu.
Vlogger pemilik akun @wangning mengungkapkan kalau rasanya lembut dan halus. Namun, netizen yang melihat videonya masih tidak percaya kalau harganya semahal itu.
"Kelihatannya tidak berbeda dengan masakan ibu saya," kata netizen.
"Saya pikir walaupun harganya 52 Yuan (Rp 137 ribuan) harganya juga tetap mahal," sahut netizen lain.
"Orang yang memesan hidangan ini sedang membayar pajak IQ mereka," komentar lainnya.





