Gelombang Serangan Balasan oleh Iran Hantam 85 Fasilitas Militer AS di Bahrain dan Kuwait
Tegar Melani July 08, 2026 05:42 PM

Iran dilaporkan melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia. Hal itu setelah Washington lebih dulu menggempur lebih dari 80 target militer Teheran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Rabu (8/7/2026) buka suara.

Dilaporkan bahwa angkatan udara dan angkatan laut Iran telah menjalankan operasi gabungan menggunakan rudal serta drone.

Melalui operasi itu menyasar sedikitnya 85 lokasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Eskalasi terbaru tersebut memperlihatkan konflik kedua negara kembali memanas setelah sebelumnya sempat menempuh jalur diplomasi melalui kesepakatan gencatan senjata sementara.

Dalam pernyataan resminya, IRGC mengatakan sasaran utama operasi itu adalah pangkalan Armada Kelima Amerika Serikat di Bahrain dan Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait.

Operasi itu disebut sebagai bagian dari serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat.

"Respons awal," ujar IRGC, merujuk pada operasi yang dilakukan sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serikat.

Menurut IRGC, serangan udara Amerika Serikat sebelumnya menghantam lebih dari 80 target militer Iran. 

Sasaran yang diserang mencakup sistem pertahanan udara, radar pantai, fasilitas rudal antikapal, hingga armada kapal cepat milik IRGC di sekitar Selat Hormuz.

Kedua pangkalan militer Amerika Serikat yang menjadi sasaran Iran selama ini diketahui merupakan bagian penting dari jaringan operasi militer Washington di kawasan Teluk dan Timur Tengah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.