H Fani Pimpin Upacara Harganas ke-33, Canangkan Orang Tua Asuh Anak Stunting Kabupaten Tabalong
Ratino Taufik July 08, 2026 06:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Kabupaten Tabalong digelar di halaman Pendopo Bersinar, Rabu (8/7/2026).

Dipimpin Bupati Tabalong, HM Noor Rifani, upacara peringatan Harganas ini juga dirangkai dengan Pencanangan Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting.

Tak hanya itu, penandatanganan Komitmen Bersama Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting Kabupaten Tabalong Tahun 2026 turut dilakukan.

Selain itu secara simbolis juga diserahkan bantuan paket nutrisi Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting Kabupaten Tabalong.

Upacara peringatan Harganas ini dihadiri Kepala BKKBN Kalsel, unsur Forkopimda, kepala SKPD, camat, perwakilan dunia usaha, ASN, TNI, Polri dan lainnya.

Sementara itu, Bupati Tabalong,.HM Noor Rifani, dalam upacara membacakan sambutan tertulis Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji.

Dalam sambutannya, Menteri menyampaikan di tengah percepatan perubahan zaman, keluarga menjadi benteng paling krusial untuk menghadapi tantangan era VUCA. 

Era yang ditandai gejolak atau perubahan cepat (Volatility), ketidakpastian (Uncertainty), kerumitan (Complexity), dan kebingungan arah (Ambiguity).

BUPATI Tabalong HM Noor Rifani lakukan penandatanganan Komitmen Bersama
BUPATI Tabalong HM Noor Rifani lakukan penandatanganan Komitmen Bersama Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting Kabupaten Tabalong Tahun 2026, Rabu (8/7/2026)

Disebutkannya, disrupsi teknologi digital dan pergeseran nilai sosial kini masuk tanpa permisi ke ruang keluarga melalui gawai yang ada di genggaman anak-anak. 

Sehingga kondisi ini menuntut keluarga hadir sebagai tempat bernaung yang aman dan stabil.

"Ketangguhan keluarga ini berkorelasi linear dengan masa depan Indonesia. Kita sedang berada di jendela peluang historis, bonus demografi," katanya.

Untuk mengoptimalkan bonus demografi, ada tiga pilar utama pembangunan keluarga yang harus diperkuat, yakni kesehatan, pendidikan karakter dan ketahanan mental.

Disampaikannya juga, perbaikan kualitas SDM dinilai mustahil jika beban pengasuhan hanya diletakkan di pundak ibu. 

Kehadiran fisik dan kedekatan emosional ayah disebut sebagai penentu kestabilan struktur kepribadian anak.

Sehingga jangan dibiarkan anak-anak tumbuh dalam fenomena fatherless country dan jangan biarkan masa depan serta pola pikir anak-anak dikuasai algoritma digital yang tidak bermoral. 

"Wahai para Ayah, letakkan gawai Anda di rumah, peluk anak-anakmu, ajak mereka berdialog, dan batasi waktu layar mereka pada hal-hal yang produktif," pesannya.

Ia mengimbau seluruh orang tua untuk menangkal ancaman dari dalam rumah sendiri. 

Pasalnya, benteng pertahanan terbaik adalah ketahanan keluarga. Rumah harus dijadikan tempat yang paling aman dan dirindukan.

"Mari bangun keluarga Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter mulia di tengah tantangan era VUCA ini, agar siap memetik buah manis bonus demografi dan mewujudkan impian besar Indonesia Emas 2045," pungkasnya. (AOL)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.