Penampakan Lokasi Balap Liar di Cileungsi Bogor, Sudah Bertahun-tahun Sering Jadi Arena
Ardhi Sanjaya July 08, 2026 08:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Polsek Cileungsi baru-baru ini mengamankan sembilan orang yang diduga terlibat balap liar di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Mereka diamankan dari Jalan Raya Cileungsi - Jonggol, kawasan Setu Tunggilis, Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi.

Setelah diamankan, terungkap bahwa balap liar tersebut ternyata memiliki nilai taruhan hingga puluhan Juta Rupiah.

Terpantau, Rabu (8/7/2026), lokasi balap liar di dekat kawasan Setu Tunggilis ini bukan jalur sepi.

Tapi merupakan jalan raya yang ramai akan ruko di sepanjang kanan dan kiri jalan.

Kondisi jalan yang cukup lurus, dimanfaatkan oleh sejumlah anak muda untuk menggelar aksi balap liar.

Mulai dari simpang Jalan Kubang, Jalan Raya Cileungsi - Jonggol tersebut memiliki ruas jalan lurus ke arah Jonggol.

Badan jalan yang cukup lurus ini memanjang dengan berjarak sekitar 1 Km.

Di sana tempat para pembalap liar kerap beraksi bahkan sampai menutup arus jalan raya saat balapan nerlangsung.

Salah satu warga sekitar, Somad (70), mengatakan bahwa kawasan itu sudah bertahun-tahun dikenal kerap menjadi lokasi balap liar.

"Dulu rame, orang-orang yang datang sampai pada bawa mobil buat balapan di situ," kata Somad kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (8/7/2026).

"Sempat hilang, gak ada. Tapi sekarang ada lagi, tapi yang sekarang tidak serame dulu," katanya.

Dia mengatakan bahwa patroli Kepolisian dari dulu juga sering dilakukan.

Namun memang kondisinya seperti kucing-kucingan.

"Polisi yang patroli ada, cuman saat Polisinya udah pergi, pada kumpul lagi. Biasanya dini hari lewat jam 24.00 WIB malam,"  katanya.

Dia mengatakan bahwa setahu dia, warga sekitar tak ada yang terlibat dalam balap liar di lokasi itu.

Kebanyakan pesertanya justru datang dari luar kampung sekitar.

"Mereka orang luar semua," kata Somad.

Diduga para pembalap liar ini lebih memilih jalan raya di kawasan ini untuk lokasi balap karena kondisi jalan yang lurus dan mulua.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.